Page 313 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 313

Burung Hantu.


               'Aku tidak akan pergi ke arah sana kalau aku jadi kamu,' kata Nick si Kepala-
               Nyaris-Putus, sambil melayang bingung melalui dinding tepat di depan Harry
               ketika dia berjalan menyusuri gang. 'Peeves sedang merencanakan lelucon lucu
               pada orang berikutnya yang melewati patung dada Paracelsus di tengah koridor.'


               'Apakah melibatkan Paracelsus yang jatuh ke puncak kepala orang itu?' tanya
               Harry.


               'Lucunya, memang,' kata Nick si Kepala-Nyaris-Putus dengan suara bosan.


               'Kerumitan memang tidak pernah menjadi kekuatan Peeves. Aku akan pergi
               untuk mencoba mencari Baron Berdarah ... dia mungkin bisa menghentikannya
               ... sampai jumpa, Harry.'


               'Yeah, bye,' kata Harry dan bukannya belok kanan, dia membelok ke kiri,
               mengambil rute yang lebih panjang tetapi lebih aman ke Kandang Burung
               Hantu.


               Semangatnya naik ketika dia berjalan melewati jendela demi jendela yang
               memperlihatkan langit biru cerah, dia akan mengikuti latihan nanti, akhirnya dia
               akan kembali ke lapangan Quidditch.


               Sesuatu menyenggol mata kakinya. Dia memandang ke bawah dan melihat
               kucing kelabu kurus milik penjaga sekolah, Mrs Norris, sedang menyelinap
               melewatinya. Dia memalingkan mata kuningnya yang seperti lampu padanya
               sejenak sebelum menghilang ke balik patung Wilfred si Penuh-Harap.


               'Aku tidak melakukan sesuatu yang salah,' Harry berseru kepadanya. Dia punya
               hawa yang tak salah lagi milik kucing yang pergi melapor ke majikannya, walau
               Harry tidak mengerti mengapa; dia sepenuhnya punya hak untuk berjalan ke
               Kandang Burung Hantu pada hari Sabtu pagi.


               Matahari sudah tinggi di langit sekarang dan ketika Harry memasuki Kandang
               Burung Hantu jendela-jendela kaca menyilaukan matanya; sinar-sinar keperakan
               yang berkabut bersilangan di ruang melingkar tempat ratusan burung hantu
               membaringkan diri dalam kasau-kasau, agak tidak tenang dalam sinar pagi hari,
               beberapa jelas baru kembali dari berburu. Lantai yang tertutup jerami berderak
               sedikit ketika dia melangkah melewati tulang-tulang binatang kecil, sambil
               menjulurkan lehernya mencari-cari Hedwig.
   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318