Page 350 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 350

Profesor Trelawney mengangguk dengan kaku dan, terlihat sangat tidak puas,
               memalingkan punggungnya kepada Profesor Umbridge dan melanjutkan
               membagikan buku-buku. Masih tersenyum, Profesor Umbridge meraih
               punggung kursi berlengan terdekat dan menariknya ke depan kelas sehingga
               berada beberapa inci di belakang tempat duduk Profesor Trelawney. Dia lalu
               duduk, mengambil papan jepitnya dari tas bunga-bunganya dan mellihat ke atas
               dengan harapan, menunggu kelas dimulai.


               Profesor Trelawney menarik syalnya ketat melingkupi dirinya dengan tangan-
               tangan yang sedikit gemetar dan meneliti kelas itu melalui kacamata besarnya
               yang memiliki lensa-lensa pembesar.


               'Kita akan meneruskan pelajaran kita mengenai mimpi-mimpi yang bersifat
               ramalan hari ini,' katanya dengan usaha berani dengan nada mistiknya yang
               biasa, walaupun suaranya bergetar sedikit. 'Tolong berpencar menjadi pasangan-
               pasangan, dan interpretasikan penglihatan waktu malam terakhir satu sama lain
               dengan bantuan buku Ramalan.'


               Dia bertindak seolah-olah akan berjalan balik ke tempat duduknya, melihaqt
               Profesor Umbridge duduk tepat di sampingnya, dan segera membelok tajam ke
               kiri menuju Parvati dan Lavender, yang telah memulai diskusi mendalam
               mengenai mimpi terbaru Parvati.


               Harry membuka salinan Ramalan Mimpinya, sambil mengamati Umbridge
               dengan sembunyi-sembunyi. Dia telah mencatat di papan jepitnya. Setelah
               beberapa menit dia bangkit dan mulai berjalan bolak balik di dalam ruangan itu
               mengikuti Trelawney, sambil mendengarkan percakapannya dengan para murid
               dan mengajukan pertanyaan di sana-sini. Harry membungkukkan kepalanya
               cepat-cepat ke bukunya.


               'Pikirkan sebuah mimpi, cepat,' dia menyuruh Ron, 'kalau-kalau katak tua itu
               datang ke tempat kita.'


               'Aku sudah melakukannya terakhir kali,' Ron protes, 'sekarang giliranmu, kau
               beritahu aku sekali.'


               'Oh, aku tak tahu ...' kata Harry dengan putus asa, yang tidak bisa mengingat
               telah memimpikan apapun sama sekali beberapa hari terakhir ini. 'Katakanlah
               aku mimpi aku ... menenggelamkan Snape dalam kualiku. Yeah, itu bisa ...'


               Ron terkekeh-kekeh selagi dia membuka Ramalan Mimpinya.
   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354   355