Page 373 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 373

latihan Quidditch dua kali dalam seminggu, Ron juga punya tugas-tugas prefek.
               Namun, Hermione, yang mengambil lebih banyak mata pelajaran daripada
               mereka berdua, tidak hanya telah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya
               tetapi juga mempunyai waktu untuk merajut lebih banyak pakaian peri. Harry
               harus mengakui kalau dia semakin pandai; sekarang hampir selalu mungkin
               membedakan antara topi dengan kaus kaki.


               Pagi kunjungan Hogsmeade timbul dengan cerah tetapi berangin. Setelah makan
               pagi, mereka aantri di depan Filch, yang mencocokkan nama-nama mereka
               dengan daftar panjang murid-murid yang telah memiliki izin dari orang tua atau
               wali mereka untuk mengunjungi desa itu. Dengan rasa pedih yang tiba-tiba,
               Harry teringat bahwa kalau bukan karena Sirius, dia tidak akan bisa pergi sama
               sekali.


               Ketika Harry mencapai Filch, penjaga sekolah itu mengendusnya seakan-akan
               mencoba mendeteksi bau sesuatu dari Harry. Lalu dia memberi anggukan kasar
               yang membuat rahangnya bergetar lagi dan Harry berjalan terus, keluar ke
               undakan batu dan hari dingin yang disinari matahari.


               'Er -- kenapa Filch mengendusi kamu?' tanya Ron, ketika dia, Harry dan
               Hermione berjalan dengan langkah cepat di jalan kereta lebar menuju gerbang.


               'Kurasa dia sedang mencari bau Bom Kotoran,' kata Harry dengan tawa kecil.
               'Aku lupa memberitahu kalian ...'


               Dan dia mengulangi cerita pengiriman suratnya ke Sirius dan Filch yang
               menerobos masuk beberapa detik kemudian, menuntut untuk melihat surat itu.
               Yang membuatnya sedikit terkejut, Hermione menganggap cerita ini sangat
               menarik, terlebih lagi, daripada dia sendiri.


               'Dia bilang dia diberi kisikan bahwa kau sedang memesan Bom Kotoran? Tapi
               siapa yang mengisikinya?'


               'Aku tak tahu,' kata Harry sambil mengangkat bahu. 'Mungkin Malfoy, dia kira
               itu lelucon.'


               Mereka berjalan di antara pilar-pilar batu tinggi yang puncaknya babi hutan
               bersayap dan belok kiri ke jalan menuju desa, angin memecut rambut mereka ke
               dalam mata.


               'Malfoy?' kata Hermione dengan skeptis. 'Well ... ya ... mungkin ...'
   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378