Page 377 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 377
Pertama masuklah Neville dengan Dean dan Lavender, yang diikuti oleh Parvati
dan Padma Patil bersama (perut Harry bersalto ke belakang) Cho dan salah
seorang teman wanitanya yang suka terkikik, lalu (sendirian dan tampak sangat
melamun dia mungkin saja masuk secara tidak sengaja) Luna Lovegood; lalu
Katie Bell, Allicia Spinnet dan Angelina Johnson, Colin dan Dennis Creeevy,
Ernie Macmillan, Justin Finch-Fletchey, Hannah Abbot, seorang gadis
Hufflepuff dengan rambut panjang dijalin yang namanya tidak diketahui Harry;
tiga anak lelaki Ravenclaw yang dia cukup yakin dipanggil Anthony Goldstein,
Michael Corner dan Terry Boot, Ginny, diikuti oleh seorang anak lelaki kurus
tinggi berambut pirang yang hidungnya mencuat yang samar-samar dikenali
Harry sebagai salah satu anggota tim Quidditch Hufflepuff dan, paling belakang,
Fred dan George Weasley bersama teman mereka Lee Jordan, mereka bertiga
semuanya membawa kantong-kantong kertas besar yang dijejali barang-barang
jualan Zonko.
'Beberapa orang?' kata Harry dengan serak kepada Hermione. 'Beberapa orang?'
'Ya, well, ide itu tampaknya sangat populer,' kata Hermione dengan gembira.
'Ron, maukah kau menarik beberapa kursi lagi?'
Penjaga bar telah membeku ketika sedang menyeka sebuah gelas dengan kain
rombengan yang sangat kotor sehingga terlihat seolah tidak pernah dicuci.
Mungkin dia belum pernah melihat pubnya begini penuh.
'Hai,' kata Fred, yang mencapai bar terlebih dahulu dan sambil menghitung
teman-temannya dengan cepat, 'bisakah kami dapat ... dua puluh lima
Butterbeer?'
Penjaga bar melotot kepadanya sejenak, lalu, sambil melemparkan kain
rombengnya dengan kesal sekan-akan dia telah disela ketika melakukan sesuatu
yang penting, dia mulai memberikan Butterbeer berdebu dari bawah bar.
'Sulang,' kata Fred sambil membagi-bagikan.'Serahkan uang, semuanya, aku
tidak punya cukup emas untuk semua ini ...'
Harry memandang dengan kaku selagi kelompok besar yang sedang mengoceh
itu mengambil bir-bir mereka dari Fred dan menggeledah kantong untuk mencari
koin.
Dia tidak bisa membayangkan untuk apa orang-orang ini muncul sampai timbul
pikiran mengerikan dalam dirinya bahwa mereka mungkin mengharapkan
semacam pidato, sehingga dia memberondong Hermione.

