Page 374 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 374

Dan dia tetap berpikir dalam-dalam sepanjang jalan menuju daerah pinggiran

               Hogsmeade.

               'Ngomong-ngomong, ke mana kita akan pergi?' Harry bertanya. 'The Three
               Broomsticks?'


               'Oh -- bukan,' kata Hermione, keluar dari renungannya, 'bukan, tempat itu selalu
               penuh dan sangat ribut. Aku telah memberitahu yang lain untuk menemui kita di
               Hog's Head, pub yang satunya lagi, kau tahu yang satu itu, bukan di jalan utama.


               Kukira itu agak ... kau tahu ... beresiko ... tapi para murid biasanya tidak masuk
               ke sana, jadi kukira kita tidak akan terdengar oleh orang lain.'


               Mereka berjalan menyusrui jalan utama melewati Toko Lelucon Sihir Zonko,
               mereka tidak terkejut melihat Fred, George dan Lee Jordan berada di dalamnya,
               melewati kantor pos, dari mana burung-burung hantu bermunculan pada interval
               teratur, dan berbelok ke jalan kecil yang di ujungnya ada sebuah penginapan

               kecil.

               Sebuah papan tanda dari kayu bobrok tergantung dari siku-siku karatan di atas
               pintu, bergambarkan sebuah kepala terpenggal babi hutan liar, bercucuran darah

               ke kain putih di sekelilingnya. Papan tanda itu berderit karena angin ketika
               mereka mendekat.

               Mereka bertiga semuanya bimbang di luar pintu.


               'Well, ayolah,' kata Hermione, sedikit gugup. Harry memimpin jalan
               memasukinya.


               Tidak seperti Three Broomstick sama sekali, yang bar besarnya memberi kesan
               kehangatan berkilat-kilat dan kebersihan. Bar Hog's Head tersusun atas sebuah
               ruang kecil, suram dan amat kotor yang berbau sangat kuat akan sesuatu yang

               sangat mungkin berupa kambing. Jendela-jendela yang menjulur ke luar
               berlapiskan debu yang melekat sehingga hanya sedikit cahaya siang yang bisa
               memasuki ruangan itu, yang gantinya diterangi dengan puntung-puntung lillin
               yang terletak pada meja-meja kayu kasar. Lantainya pada pandangan pertama
               tampak terbuat dari tanah padat, walaupun ketika Harry melangkah ke atasnya
               dia menyadari kalau ada batu di bawah apa yang tampak seperti kumpulan
               sampah berabad-abad.


               Harry teringat Hagrid menyebut pub ini di tahun pertamanya. 'Kau jumpa
   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379