Page 406 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 406
'Oh ya,' kata Profesor Umbridge, 'ya, Kementerian ingin pemahaman
menyeluruh terhadap -- er -- latar belakang para guru.'
Dia berpaling, berjalan ke arah Pansy Parkinson dan mulai menanyainya tentang
pelajaran. Snape melihat kepada Harry dan mata mereka bertemu selama sedetik.
Harry buru-buru menjatuhkan pandangannya pada ramuannya, yang sekarang
mengental jelek sekali dan mengeluarkan bau kuat dari karet terbakar.
'Kalau begitu, tidak ada nilai lagi, Potter,' kata Snape dengan dengki, sambil
mengosongkan kuali Harry dengan satu lambaian tongkatnya. 'Kamu akan
menuliskan sebuah esai bagiku tentang komposisi yang benar dari ramuan ini,
menandakan bagaimana dan kenapa kau salah, untuk diserahkan pada pelajaran
berikutnya, apakah kamu mengerti?'
'Ya,' kata Harry dengan marah. Snape sudah memberikan mereka pekerjaan
rumah dan dia punya latihan Quidditch malam ini; ini berarti beberapa malam
tanpa tidur lagi. Tampaknya tidak mungkin dia telah terbangun pagi itu sambil
merasa sangat gembira. Semua yang dirasakannya sekarang hanyalah keinginan
kuat agar hari ini segera berakhir.
'Mungkin aku akan bolos Ramalan,' katanya dengan murung, ketika mereka
berdiri di lapangan setelah makan siang, angin memecut keliman jubah dan
pinggir topi. 'Aku akan pura-pura sakit dan mengerjakan esai Snape sebagai
gantinya, lalu aku tidak perlu terjaga sepanjang malam.'
'Kau tidak bisa bolos Ramalan,' kata Hermione dengan keras.
'Dengar siapa yang berbicara, kau keluar dari Ramalan, kau benci Trelawney!'
kata Ron dengan marah.
'Aku tidak benci dia,' kata Hermione angkuh. 'Aku hanya mengira dia seorang
guru yang benar-benar mengerikan dan seorang penipu tua sejati. Tapi Harry
sudah ketinggalan Sejarah Sihir dan kukira dia tidak boleh ketinggalan yang lain
lagi hari ini!'
Ada terlalu banyak kebenaran dalam hal ini untuk diabaikan, sehingga setengah
jam kemudian Harry mengambil tempat duduknya dalam suasana ruang kelas
Ramalan yang panas dan terlalu banyak parfum, sambil merasa marah kepada
semua orang. Profesor Trelawney sekali lagi menyerahkan salinan-salinan
Ramalan Mimpi.

