Page 411 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 411
masing-masing,' kata Harry sambil mengamati ketika Fred, George dan Lee
mengumpulkan emas dari kerumunan yang berminat. 'Mereka benar-benar
mengerti bahan mereka.'
'Oh, mereka hanya tahu hal-hal pamer yang tidak berguna nyata bagi siapapun,'
kata Hermione meremehkan.
Lama juga sebelum kerumunan di sekitar si kembar Weasley menyurut, lalu
Fred, Lee dan George duduk sambil menghitung pendapatan mereka lebih lama
lagi, sehingga lewat tengah malam ketika Harry, Ron dan Hermione akhirnya
sendirian di ruang duduk. Akhirnya, Fred telah menutup pintu ke kamar anak
laki-laki di belakangnya, sambil menggoyangkan kotak Galleonnya dengan
berlagak sehingga Hermione cemberut. Harry, yang sedang membuat sedikit
kemajuan dengan esai Ramuannya, memutuskan menyerah untuk malam itu.
Ketika dia menyimpan buku-bukubya, Ron, yang sedang tidur ayam di kursi
berlengannya, mengeluarkan dengkur teredam, terbangun, dan memandang
muram ke dalam api.
'Sirius!' katanya.
Harry berpaling. Kepala gelap Sirius yang tidak rapi duduk di dalam api lagi.
'Hai,' katanya sambil nyengir.
'Hai,' kata Harry, Ron dan Hermione bersamaan, ketiganya semua berlutut di
permadani. Crookshanks mendengkur keras dan mendekati api, mencoba,
walaupun panas, menempatkan wajahnya dekat wajah Sirius.
'Bagaimana keadaan kalian?' kata Sirius.
'Tidak sebaik itu,' kata Harry, ketika Hermione menarik Crookshanks balik
untuk mencegahnya menghanguskan kumisnya. 'Kementerian memaksakan
dekrit lain, yang beratri kami tidak diizinkan memiliki tim Quidditch --'
'Atau kelompok Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam rahasia?' kata Sirius.
Ada jeda pendek.
'Bagaimana kau tahu tentang itu?' Harry menuntut.

