Page 408 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 408

'Tapi, Profesor, siapa yang menghina Anda?' tanya Parvati takut-takut.


               'Orang yang berkuasa!' kata Profesor Trelawney, dengan suara dalam, dramatis,
               yang bergetar. 'Ya, mereka yang matanya terlalu diliputi hal-hal membosankan
               sehingga tidak bisa Melihat seperti yang ku-Lihat, Tahu seperti yang ku-Tahu ...

               tentu saja, kami para Penglihat selalu ditakuti, selalu dianiaya ... itu nasib kami.'

               Dia menelan ludah, mengeringkan pipinya yang basah dengan ujung syalnya,
               lalu dia menarik sebuah sapu tangan bersulam kecil dari lengan bajunya, dan

               meniup hidungnya sangat keras dengan suara mirip Peeves meleletkan lidah.

               Ron mencibir. Lavender memberinya pandangan jijik.


               'Profesor,' kata Parvati, 'apakah maksud Anda ... apakah sesuatu yang Profesor
               Umbridge --?'


               'Jangan berbicara kepadaku mengenai wanita itu!' teriak Profesor Trelawney,
               sambil melompat bangkit, manik-maniknya berderak dan kacamatanya berkilat.


               'Tolong lanjutkan pekerjaan kalian!'


               Dan dia menghabiskan sisa pelajaran itu di antara mereka, dengan air mata
               masih bercucuran dari balik kacamatanya, sambil menggumamkan apa yang
               terdengar seperti ancaman dengan suara rendah.


               '... mungkin lebih baik memilih pergi ... penghinaan itu ... dalam masa percobaan
               ...


               kita akan lihat ... betapa beraninya dia ...'


               'Kamu dan Umbridge punya kesamaan,' Harry memberitahu Hermione diam-
               diam ketika mereka bertemu lagi di Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. 'Dia jelas
               juga menganggap Trelawney penipu tua ... tampaknya dia menempatkannya
               dalam masa percobaani.'


               Umbridge memasuki ruangan selagi dia berbicara, sambil mengenakan pita
               beludru hitamnya dan ekspresi sangat puas diri.


               'Selamat sore, kelas.'


               'Selamat sore, Profesor Umbridge,' mereka bernyanyi tanpa minat.
   403   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413