Page 410 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 410
Harry merosot ke dalam sebuah kursi, menyeret esai Ramuannya dengan enggan
dari tasnya dan mulai bekerja. Sangat sulit untuk berkonsentrasi; walaupun dia
tahu Sirius belum akan muncul di dalam api sampai lama kemudian, dia tidak
bisa tidak melihat ke dalam nyala api setiap beberapa menit sekali untuk berjaga-
jaga. Juga ada suara yang luar biasa di dalam ruangan itu: Fred dan George
kelihatannya telah menyempurnakan satu jenis Kotak Makanan Pembolos, yang
mereka peragakan secara bergantian kepada kerumunan yang bersorak dan
berteriak.
Pertama, Fred akan menggigit ujung jingga dari sebuah permen kunyah, yang
menyebabkannya muntah hebat ke dalam sebuah ember yang telah mereka
tempatkan di depan mereka. Lalu dia akan menelan paksa ujung ungu dari
permen kunyah itu, yang menyebabkan muntah-muntah segera berhenti. Lee
Jordan, yang sedang membantu peragaan, Menghilangkan muntahan dengan
malas secara teratur dengan Mantera Penghilang yang sama dengan yang
digunakan terus Snape pada ramuan-ramuan Harry.
Dengan suara muntah teratur, sorakan dan suara Fred dan George menerima
pesanan pendahuluan dari kerumunan, Harry mendapati luar biasa sukar untuk
fokus pada metode yang tepat untuk Larutan Penguat. Hermione tidak
membantu; sorakan dan suara muntahan yang mengenai dasar ember Fred dan
George diikuti dengan dengusannya yang keras dan tidak menyetujui, yang
Harry rasa, kalau bisa, lebih mengalihkan perhatian.
'Kalau begitu pergi saja dan hentikan mereka!' katanya dengan jengkel, setelah
mencoret berat cakar griffin bubuk yang salah untuk keempat kalinya.
'Aku tidak bisa, secara teknis mereka tidak melakukan apapun yang salah,' kata
Hermione melalui gigi-gigi yang digertakkan. 'Mereka berhak makan benda-
benda aneh itu sendiri dan aku tidak bisa menemukan peraturan yang
mengatakan orang-orang idiot lainnya tidak boleh membelinya, tidak kecuali
benda-benda itu terbukti berbahaya dalam suatu cara dan kelihatannya tidak
begitu.'
Dia, Harry dan Ron memperhatikan George melambungkan muntahan ke dalam
ember, menelan sisa permen kunyahnya dan bangkit sambil tersenyum dengan
lengan terentang lebar menghadapi tepuk tangan yang berkepanjangan.
'Kau tahu, aku tidak mengerti kenapa Fred dan George cuma mendapat tiga
OWL

