Page 50 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 50

-- BAB TIGA --






                                                Pengawal Perpindahan


               Aku baru saja diserang Dementor dan aku mungkin dikeluarkan dari Hogwarts.
               Aku ingin tahu apa yang sedang terjadi dan kapan aku akan pergi dari sini.


               Harry menyalin kata-kata ini ke atas tiga potong perkamen sesampainya dia pada
               meja tulisnya di kamar tidurnya yang gelap. Dia mengalamatkan yang pertama
               kepada Sirius, yang kedua kepada Ron dan yang ketiga kepada Hermione.
               Burung hantunya, Hedwig, sedang pergi berburu; sangkarnya tergeletak kosong
               di atas meja tulis. Harry berjalan bolak-balik di dalam ruangan itu, otaknya
               terlalu sibuk untuk tidur walaupun matanya menyengat dan gatal karena lelah.
               Punggungnya sakit akibat menyeret Dudley pulang, dan kedua benjolan di
               kepalanya yang terhantam jendela dan Dudley berdenyut-denyut dengan
               menyakitkan.


               Dia berjalan bolak-balik, termakan oleh rasa marah dan frustrasi, sambil
               menggertakan gigi-giginya dan mengepalkan tinjunya, mengalihkan pandangan-
               pandangan marah ke langit bertabur bintang yang kosong setiap kali dia
               melewati jendela. Dementor dikirim untuk menyerangnya, Mrs Figg dan
               Mundungus Fletcher mengikutinya secara rahasia, lalu penskorsan dari

               Hogwarts dan sebuah sidang dengar pendapat di Kementerian Sihir -- dan masih
               belum ada orang yang memberitahunya apa yang sedang terjadi


               Dan apa, apa, arti Howler tadi? Suara siapa yang telah menggema dengan begitu
               mengerikan, mengancam, ke seluruh dapur?

               Mengapa dia masih terperangkap di sini tanpa informasi? Mengapa semua orang

               memperlakukannya seperti anak nakal saja? Jangan menyihir lagi, tetaplah di
               dalam rumah ...

               Dia menendang koper sekolahnya ketika melewatinya, tetapi jauh dari

               meredakan amarahnya dia merasa lebih buruk, karena sekarang dia punya rasa
               sakit menusuk pada jari kakinya untuk diatasi sebagai tambahan kepada rasa
               sakit di sekujur tubuhnya yang tersisa.


               Persis ketika dia terpincang-pincang melewati jendela, Hedwig membumbung
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55