Page 573 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 573
'Aku agak terburu-buru, Black. Tidak seperti kamu, aku tidak punya waktu luang
tak terbatas.'
'Kalau begitu, aku akan langsung ke pokok permasalahannya,' kata Sirius sambil
berdiri. Dia agak lebih tinggi daripada Snape yang, Harry perhatikan,
mengepalkan tinjunya di kantong mantelnya pada apa yang Harry yakin
merupakan pegangan tongkatnya. 'Kalau kudengar kau menggunakan pelajaran-
pelajaran Occlumency ini untuk memberi Harry kesulitan, kau akan berhadapan
denganku.'
'Betapa menyentuhnya,' Snape tersenyum menyeringai. 'Tetapi tentunya kau
sudah memperhatikan bahwa Potter sangat mirip ayahnya?'
'Ya, memang,' kata Sirius dengan bangga.
'Well kalau begitu, kau akan tahu dia begitu arogan sehingga kritik hanya akan
memantul darinya,' Snape dengan halus.
Sirius mendorong kursinya dengan kasar ke samping dan berjalan mengitari
meja ke arah Snape, sambil menarik tongkatnya selagi dia jalan. Snape
mengeluarkan tongkatnya sendiri. Mereka sedang berhadap-hadapan, Sirius
tampak pucat karena marah, Snape sedang melakukan perhitungna, matanya
beralih dari ujung tongkat Sirius ke wajahnya.
'Sirius!' kata Harry keras-keras, tetapi Sirius tampaknya tidak mendengar dia.
'Kuperingatkan kau, Snivellus,' kata Sirius, wajahnya tidak sampai satu kaki dari
wajah Snape, 'Aku tidak peduli kalau Dumbledore mengira kau sudah tobat, aku
lebih tahu --'
'Oh, tapi kenapa kau tidak memberitahunya begitu?' bisik Snape. 'Atau apakah
kau takut dia mungkin tidak menganggap serius nasehat dari seorang lelaki yang
telah bersembunyi di dalam rumah ibunya selama enam bulan?'
'Beritahu aku, bagaimana keadaan Lucius Malfoy akhir-akhir ini? Kuduga dia
senang anjing piaraannya bekerja di Hogwarts, bukan?'
'Berbicara tentang anjing,' kata Snape dengan lembut, 'tahukah kau bahwa
Lucius Malfoy mengenalimu terakhir kali kau mempertaruhkan pesiar kecil ke
luar? Gagasan yang pintar, Black, membuat dirimu terlihat di atas sebuah peron
stasiun yang aman ...

