Page 570 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 570
kamarnya dan Ron, di mana mereka berdua sedang bermain catur penyihir
ditonton oleh Hermione, Ginny dan Crookshanks, 'bisakah kau turun ke dapur?
Profesor Snape ingin berbicara denganmumu.'
Harry tidak segera menyadari apa yang telah dia katakan; salah satu bentengnya
sedang berada dalam pergumulan hebat dengan sebuah pion Ron dan dia sedang
menyemangatinya dengan antusias.
'Lumatkan dia -- lumatkan dia, dia cuma sebuah pion, kau idiot. Sori, Mrs
Weasley, apa yang Anda katakan?'
'Profesor Snape, sayang. Di dapur. Dia mau bicara.'
Mulut Harry terbuka karena ngeri. Dia memandang berkeliling kepada Ron,
Hermione dan Ginny, yang semuanya sedang memandangnya kembali sambil
menganga. Crookshanks, yang telah Hermione tahan dengan susah payah selama
seperempat jam terakhir ini, melompat dengan gembira ke atas papan dan
membuat bidak-bidak berlarian mencari perlindungan, sambil memekik sekeras-
kerasnya.
'Snape?' kata Harry dengan hampa.
'Profesor Snape, sayang,' kata Mrs Weasley mencela. 'Sekarang ayolah, cepat,
dia bilang dia tidak bisa tinggal lama-lama.'
'Apa yang dia mau denganmu?' kata Ron, terlihat bingung ketika Mrs Weasley
pergi dari kamar itu. 'Kau tidak melakukan apapun, 'kan?'
'Tidak!' kata Harry tidak senang, sambil memutar otaknya untuk memikirkan apa
yang mungkin telah dilakukannya yang akan membuat Snape mengejarnya ke
Grimmauld Place. Apakah peer terakhirnya mungkin mendapatkan sebuah T?
Satu atau dua menit kemudian, dia mendorong pintu dapur hingga terbuka untuk
mendapati Sirius dan Snape keduanya duduk di meja dapur panjang, saling
melotot ke seberangnya. Keheningan antara mereka sarat akan ketidaksukaan
bersama. Sepucuk surat tergeletak terbuka di meja di depan Sirius.
'Er,' kata Harry, untuk mengumumkan kehadirannya.
Snape memandangnya, wajahnya terbingkai di antara tirai rambut hitam
berminyak.

