Page 569 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 569
-- BAB DUA PULUH EMPAT --
Occlumency
Kreacher, ternyata, bersembunyi di loteng. Sirius berkata dia menemukannya di
atas sana, tertutup debu, tak diragukan lagi sedang mencari lebih banyak barang
peninggalan keluarga Black untuk disembunyikan di lemarinya. Walaupun
Sirius kelihatannya puas dengan cerita ini, Harry merasa tidak tenang. Kreacher
tampak berada dalam suasana hati yang lebih baik, gumaman getirnya telah
sedikit reda dan dia menuruti perintah-perintah dengan lebih patuh daripada
biasanya, walaupun sekali atau dua kali Harry memergoki peri-rumah itu sedang
menatapnya lekat-lekat, tetapi selalu berpaling dengan cepat kapanpun dia
melihat bahwa Harry memperhatikan.
Harry tidak menyebutkan kecurigaan samarnya kepada Sirius, yang
keceriaannya sedang menguap dengan cepat sekarang setelah Natal usai.
Sementara hari keberangkatan mereka kembali ke Hogwarts semakin dekat, dia
menjadi semakin mudah terkena apa yang disebut Mrs Weasley 'serangan
kecemberutan', di mana dia akan menjadi pendiam dan galak, sering menarik diri
ke kamar Buckbeak selama berjam-jam pada sekali waktu. Kemurungannya
merembes ke seluruh rumah, lewat bagian bawah ambang pintu seperti gas
berbahaya, sehingga mereka semua tertular.
Harry tidak ingin meninggalkan Sirius lagi dengan hanya Kreacher sebagai
teman; bahkan, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia tidak menanti-
nantikan kembali ke Hogwarts. Kembali ke sekolah akan berarti menempatkan
dirinya sendiri sekali lagi di bawah kezaliman Dolores Umbridge, yang tak
diragukan berhasil memaksakan selusin dekrit lagi dalam ketidakhadiran
mereka; tidak ada Quidditch untuk dinantikan sekarang setelah dia dilarang
bermain; ada kemungkinan besar bahwa beban pekerjaan rumah mereka akan
meningkat sementara ujian semakin mendekat; dan Dumbledore tetap sejauh
dulu. Bahkan, kalau bukan karena DA, Harry berpikir dia mungkin telah
memohon kepada Sirius untuk mengizinkannya meninggalkan Hogwarts dan
tetap di Grimmauld Place.
Lalu, di hari terakhir liburan, sesuatu terjadi yang membuat Harry benar-benar
ngeri akan kembalinya ke sekolah.
'Harry, sayang,' kata Mrs Weasley sambil menjulurkn kepalanya ke dalam
kamarnya dan Ron, di mana mereka berdua sedang bermain catur penyihir

