Page 868 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 868

'Yeah, dudira begitu.'


               Ada jeda sementara Harry mendengarkan lekat-lekat mencari suara langkah kaki
               lagi, tetapi yang bisa didengarnya hanya rengekan Pelahap Maut berkepala bayi
               itu di ruangan berikutnya.


               'Neville, kita tidak jauh dari pintu keluar,' Harry berbisik, 'kita persis di sebelah
               ruangan melingkar itu ... kalau saja kita bisa menyeberangkan kalian dan
               menemukan pintu yang benar sebelum para Pelahap Maut lain datang, aku yakin
               kamu bisa membawa Hermione ke koridor dan ke dalam lift ... lalu kalian bisa
               menemukan seseorang ... menghidupkan tanda bahaya ...'


               'Dan aba yang akan kabu lakukan?' kata Neville, sambil menyeka hidungnya
               yang berdarah dengan lengan bajunya dan merengut kepada Harry.


               'Aku harus menemukan yang lainnya,' kata Harry.


               'Well, adu akan menjari mereka besamamu,' kata Neville dengan tegas.

               'Tapi Hermione --'


               'Kida akan bawa dia besama kida,' kata Neville tegas. 'Adu akan bawa dia --
               kabu lebih pandai betarung degan bereka daripada adu --'


               Dia berdiri dan menyambar salah satu lengan Hermione, sambil melotot kepada
               Harry, yang ragu-ragu, lalu meraih lengan yang lain dan membantu mengangkat
               Hermione yang lemah dari bahu Neville.


               'Tunggu,' kata Harry, sambil merenggut tongkat Hermione dari lantai dan
               mendorongnya ke tangan Neville, 'kamu sebaiknya mengambil ini.'


               Neville menendang ke samping pecahan-pecahan tongkatnya sendiri selagi
               mereka berjalan lambat-lambat ke pintu.


               'Nenekku akan membunuhku,' kata Neville dengan parau, darah memercik dari
               hidungnya selagi dia berbicara, 'idu dongkad laba ayahku.'


               Harry menjulurkan kepalanya keluar dari pintu dan memandang ke sekitar
               dengan hati-hati. Si Pelahap Maut berkepala bayi sedang menjerit-jerit dan
               memukul-mukul benda-benda, menjatuhkan jam-jam besar dan membalikkan
               meja-meja, sambil menangis dan kebingungan, sementara lemari berpintu kaca
   863   864   865   866   867   868   869   870   871   872   873