Page 890 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 890
yang memberkas tanpa guna ke dadanya, sebelum patung itu menukik ke
arahnya, menjepitnya ke lantai. Sementara itu, goblin dan peri-rumah berlari
tergesa-gesa menuju perapian-perapian yang ditempatkan di sepanjang dinding
dan centaur berlengan satu berderap ke Voldemort, yang menghilang dan
muncul kembali di samping kolam. Patung tak berkepala itu mendorong Harry
mundur, menjauh dari pertarungan, ketika Dumbledore maju ke arah Voldemort
dan centaur keemasan itu berlari mengitari mereka berdua.
'Datang ke sini malam ini adalah tindakan yang bodoh, Tom,' kata Dumbledore
dengan tenang. 'Para Auror sedang dalam perjalanan --'
'Pada saat itu aku sudah pergi, dan kau sudah mati!' ludah Voldemort. Dia
mengirimkan kutukan pembunuh lain kepada Dumbledore tetapi meleset, alih-
alih malah mengenai meja penjaga keamanan, yang meledak terbakar.
Dumbledore mengibaskan tongkatnya sendiri: kekuatan mantera yang keluar
darinya sedemikian rupa sehingga Harry, walaupun dilindungi oleh pengawal
keemasannya, merasakan rambutnya berdiri tegak ketika mantera itu lewat dan
kali ini Voldemort terpaksa menyihir sebuah perisai perak berkilauan dari udara
untuk menangkisnya. Mantera itu, apapun itu, tidak mengakibatkan kerusakan
yang tampak pada perisai, walaupun nada yang dalam seperti gong bergema
darinya -- suara yang anehnya mengerikan.
'Kau tidak ingin membunuhku, Dumbledore?' seru Voldemort, matanya yang
merah tua menyipit dari puncak perisai itu. 'Di atas kebrutalan semacam ini,
bukan?'
'Kita berdua tahu bahwa ada cara-cara lain untuk menghancurkan seseorang,
Tom,'
Dumbledore berkata dengan tenang, sambil terus berjalan ke arah Voldemort
seolah-olah dia tidak memiliki rasa takut di dunia ini, seolah-olah tak ada yang
telah terjadi untuk menyela jalan-jalannya menyusuri aula. 'Hanya mengambil
hidupmu tidak akan membuatku puas, aku akui --'
'Tak ada yang lebih buruk daripada kematian, Dumbledore!' bentak Voldemort.
'Kau sangat salah,' kata Dumbledore, masih mendekat kepada Voldemort dan
berbicara dengan ringan seakan-akan mereka sedang membahas masalah itu
sambil minum. Harry merasa takut melihatnya berjalan terus, tanpa pertahanan,
tanpa perisai; dia ingin meneriakkan peringatan, tapi pengawal tak berkepalanya

