Page 937 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 937
berusaha mempercepat berkemasnya. Hal terakhir yang ingin dilakukannya
adalah menghadiri Pesta Perpisahan. Dia kuatir Dumbledore akan membuat
acuan kepada dirinya dalam pidatonya. Dia pasti menyebut kembalinya
Voldemort; lagipula, dia telah membicarakan hal itu kepada mereka tahun lalu ...
Harry menarik beberapa jubah kusut keluar dari bagian paling dasar kopernya
untuk memberi ruang bagi jubah-jubah yang terlipat dan, ketika dia berbuat
demikian, memperhatikan sebuah paket yang terbungkus sembarangan tergeletak
di salah satu sudut koper. Dia tidak bisa memikirkan untuk apa paket itu ada di
sana. Dia membungkuk, menariknya keluar dair bawah celananya dan
memeriksanya.
Dia menyadari apa itu dalam beberapa detik. Sirius telah memberikannya
kepadanya persis di dalam pintu depan Grimmauld Place nomor dua belas.
'Gunakan kalau kamu perlu aku, oke?'
Harry merosot ke atas tempat tidurnya dan membuka pembungkus paket itu.
Jatuhlah sebuah cermin kecil persegi. Cermin itu tampak tua; jelas kotor. Harry
memegangnya di depan wajahnya dan melihat bayangannya sendiri memandang
balik kepadanya.
Dia membalikkan cermin itu. Di sisi sebaliknya tercoret catatan dari Sirius.
Ini cermin dua arah, aku punya pasangannya. Kalau kamu perlu bicara
denganku, sebut saja namaku kepada cermin; kamu akan muncul dalam
cerminku dan aku akan bisa berbicara ke dalam cerminmu. James dan aku dulu
menggunakannya waktu kami kena detensi di tempat terpisah.
Jantung Harry mulai berpacu. Dia teringat melihat orang tuanya yang sudah
meninggal di dalam Cermin Tarsah empat tahun yang lalu. Dia akan bisa
berbicara dengan Sirius lagi, sekarang juga, dia tahu itu --
Dia memandang berkeliling untuk memastikan tak ada seorangpun di sana;
asrama itu kosong. Dia memandang balik kepada cermin, mengangkatnya ke
depan wajahnya dengan tangan gemetaran dan berkata, keras dan jelas, 'Sirius.'
Napasnya berkabut di permukaan kaca. Dia memegang cermin itu lebih dekat
lagi, rasa gembira membanjiri dirinya, tetapi mata yang berkedip balik
kepadanya melalui kabut jelas matanya sendiri.

