Page 938 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 938

Dia menyeka cermin itu supaya jelas lagi dan berkata, sehingga setiap suku kata

               berdering dengan jelas di ruangan itu:

               'Sirius Black!'


               Tak ada yang terjadi. Wajah frustrasi yang memandang balik dari cermin itu
               masih, jelas, wajahnya sendiri ...


               Sirius tidak membawa cerminya saat dia melewati atap melengkung itu, kata
               sebuah suara kecil di kepala Harry. Itulah sebabnya cermin itu tidak bekerja ...


               Harry terdiam sejenak, lalu melemparkan cermin itu kembali ke dalam koper
               tempat cermin itu pecah. Dia sudah yakin, selama satu menit penuh, bahwa dia
               akan bisa melihat Sirius, berbicara dengannya lagi ...


               Kekecewaan membara di tenggorokannya; dia bangkit dan mulai melemparkan
               barang-barangnya sembarangan menutupi cermin pecah itu --


               Tapi sebuah ide timbul dalam dirinya ... ide yang lebih baik daripada cermin ...
               ide yang jauh lebih besar, jauh lebih penting ... kenapa dia belum pernah
               memikirkannya sebelumnya -- kenapa dia tidak pernah bertanya?


               Dia berlari cepat keluar dari kamar asrama dan menuruni tangga spiral,
               menghantam dinding di sepanjang jalan dan hampir tidak memperhatikannya;
               dia menderu cepat menyeberangi ruang duduk yang kosong, melalui lubang
               potret dan menyusuri koridor, mengabaikan Nyonya Gemuk, yang
               memanggilnya: 'Pesta sudah akan dimulai, kau tahu, kau hampir saja terlambat!'


               Tetapi Harry tidak berniat menghadiri pesta ...


               Kenapa bisa tempat itu penuh hantu saat kau tidak perlu seorang, namun
               sekarang


               ...


               Dia berlari menuruni tangga-tangga dan menyusuri koridor-koridor dan tak
               bertemu siapapun yang hidup maupun mati. Mereka semua, jelas, berada di Aula
               Besar. Di luar ruang kelas Jimat dan Guna-Guna dia berhenti, sambil terengah-
               engah dan berpikir dengan sedih bahwa dia harus menunggu sampai kemudian,
               setelah akhir pesta ...
   933   934   935   936   937   938   939   940   941   942   943