Page 502 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 502

IntelIgensI embun PagI

              “Kamu nggak perlu kasih tahu ayahku ada di mana. Aku

           cuma minta tolong kamu lihat jalurnya. Kalau dia masih
           hidup, kamu bisa tahu, kan? Pasti dia belum jauh.” Suara Zarah
           bergetar, matanya mulai berkaca-kaca.
              Bodhi mengalihkan tatapannya dari ruang kosong dan

           akhirnya menatap Zarah. “Ada empat orang tersisa di puncak.
           Tiga Peretas. Kita. Dan, satu orang yang keluar dari portal.
           Sarvara.”
              Sekujur tubuh Zarah menegang, menahan tekanan
           besar yang sudah ingin meledak.  Tanpa berbicara, Zarah
           menghambur keluar.

              Gio, yang sudah nyaris berdiri, ditahan oleh Bodhi. “Biarkan
           saja.”
              “Bodhi bisa melacaknya lagi,” sahut Alfa.
              “Sudah nggak ada gunanya.  Tanpa 64 portal, Peretas

           Puncak tidak ada.” Lunglai, Gio kembali duduk. “Cuma ada
           satu Peretas Puncak di setiap siklus. Kali ini, dia seharusnya
           datang dari Asko.”
              “Anggota terakhir kita?” Bodhi terperanjat.
              Gio mengangguk lemah. “Permata lahir dua kali. Di kandi,

           dan di Bumi.”
              Rona muka Alfa berubah pias. Kini ia paham mengapa
           sebelumnya Gio mengatakan “turun” dan bukannya “bangun”.
           “Embryonic jump,” desis Alfa, “Peretas Puncak bahkan belum

           lahir.”



                                                                 487
   497   498   499   500   501   502   503   504   505   506   507