Page 542 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 542

IntelIgensI embun PagI








           Selendang kabut yang mengganduli perbukitan berangsur
           menipis. Satu demi satu Peretas memijak jembatan yang
           menyeberangkan mereka pergi ke hamparan ilalang.
              Bodhi memilih menjadi yang terakhir. Ia menunggu hingga

           Elektra, yang berjalan di depannya, berada di tengah jembatan
           sebelum ia berbalik menghadap Liong.
              “Guru….”
              “Aku bukan gurumu lagi,” potong Liong, “episode itu sudah
           selesai.”
              Bodhi ingin mengatakan bahwa ia sebetulnya sepakat.
           Liong bukan sekadar gurunya. Liong adalah orangtuanya.
           Selama ini ia diasuh dan dibesarkan oleh seorang Infiltran,

           dan ia tak pernah tahu. Bodhi merindukan Guru Liong yang
           lebih dekat dan hangat ketimbang Liong yang sekarang
           mengambil posisi penuh sebagai Infiltran. Entah bagaimana
           caranya menembus Liong sang Infiltran.
              “Aku tahu ini nggak ada artinya buatmu. Tapi, benda ini

           pernah menjadi segalanya buatku,” Bodhi berkata lirih. Sejak
           mereka  disuruh  berkemas, Bodhi sudah menyiapkan satu
           barang itu di dalam saku jaketnya. Ia keluarkan hati-hati.
           Benangnya sudah rapuh. Bola-bola kayunya sudah lebih
           kusam sekaligus lebih licin karena rajin dipakai. Ke tangan
           Liong, Bodhi menyerahkan  mala doanya. Selain abu yang



                                                                 527
   537   538   539   540   541   542   543   544   545   546   547