Page 543 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 543

Keping 84


           masih bergantung di leher, hanya itulah benda milik Guru

           Liong yang ia punya.
             Liong menerima kalung itu dengan sungkan bagai dihadiahi
           benda asing. Cepat, ia mengantonginya. “Hubungan karmik
           tidak cuma berlaku untuk manusia. Juga antara Infiltran dan

           Peretas. Kita akan bertemu lagi.” Liong menatap Bodhi sejenak
           sebelum melempar pandangannya ke jembatan.
             Dari mata Peretas, Liong tak lebih dari sebuah simpul
           emas.  Namun, dengan  mata manusianya, sepintas Bodhi
           menemukan Guru Liong yang ia kenal. Guru Liong yang
           membelikannya sebelas bakpao manis saat ulang tahunnya di

           wihara. Guru Liong yang menatapnya hangat dari sepasang
           bola mata kelabu yang sudah berubah kelabu, terbingkai kulit
           keriput yang ketika disentuh ternyata lembut bagai beledu.
             Dari sikap Liong yang kembali berjarak, Bodhi sadar

           ia harus bercukup dengan sekejap yang ia lihat. Bodhi
           meninggalkan pekarangan itu dan berjalan menuju jembatan.
             “Ndak  perlu sekeras itu toh,  Yong.” Kas, yang berdiri di
           ujung teras sebelah kanan, berkata pelan.
             “Kita semua punya cara masing-masing untuk bertahan

           dengan tugas ini. Aku bertahan dengan terlibat seminim
           mungkin. Bagiku, itu cara terbaik.”
             “What’s so wrong with drama anyway? As long we’re aware
           of it, we’ll be fine.” Kell, yang berdiri di sisi teras sebelah kiri,

           berkomentar.



           528
   538   539   540   541   542   543   544   545   546   547   548