Page 539 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 539

Keping 84


             Tiba kepada Alfa, Liong hanya mendaratkan tangannya
           sebentar. “Badanmu kuat seperti kerbau. Tidak heran kamu

           yang jadi Peretas Mimpi.”
             Alfa termangu. Ucapan Liong persis sama dengan yang
           selalu diucapkan ibunya. Dari anak remaja yang kaku dan
           judes, sejenak Liong menunjukkan kualitas yang sama sekali
           berbeda.

             Sampai kepada Bodhi, Liong menumpangkan tangannya di
           daerah belikat, tanpa berbicara. Begitu banyak yang dirasakan
           Bodhi dalam secuil waktu yang diberikan Liong. Mata Bodhi
           memanas tanpa bisa ia tahan.
             Liong lalu memandang berkeliling, menatap mereka semua
           dengan dingin. “Pergi.” Tangannya mengibas bagai menghalau
           serangga yang tak diinginkan.







           Zarah keluar paling dulu, menunggu di sudut teras. Sentuhan
           Liong mampu memulihkan fisiknya yang terguncang akibat
           perjalanan perdananya ke Asko, tapi tidak lantas mendamaikan

           hatinya. Ia pulang ke dunia yang tidak lagi sama. Kehidupan
           Zarah Amala berubah asing. Artifisial. Bahkan, memuakkan.
             Terdengar langkah kaki mendekati. Zarah mengerling ke
           arah suara.
             “Jangan dilawan, Nduk. Makin dilawan, proses integrasimu
           makin berat.”



           524
   534   535   536   537   538   539   540   541   542   543   544