Page 540 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 540

IntelIgensI embun PagI

              Rahang Zarah mengeras. Kas adalah representasi sempurna
           kepalsuan hidupnya. “Jadi, guru fotografi pertama saya ternyata
           Infiltran.”

              “Mengajarimu motret hanya satu peran kecilku dalam
           hidupmu.”
              “Menolong Ayah tidak ada dalam agenda Pak Kas?”
              “Tugasku    cuma    mengamati     pergerakannya,  dan
           pergerakanmu.”
              “Sebagai Infiltran, Pak Kas juga pasti tahu Ayah
           berhubungan dengan Pak Simon. Pak Kas diamkan saja?”
              “Aku tahu yang kamu pikirkan....”
              “Ayah selalu menganggap Pak Kas sahabat baiknya.”

              Bagiku, Firas juga sahabat baik.  Tapi, peranku dibatasi
           sekuens yang kalian susun sendiri. Kamu mungkin melihat kami
           punya kemampuan aneh-aneh, tapi kami punya keterbatasan,”
           tandas Kas. “Firas datang dari gugus yang mengawali semua
           kekacauan ini. Kami sudah tidak bisa intervensi lagi.”
              “Ayah tahu siapa sebenarnya Pak Kas?”
              Kas menggeleng. “Maafkan aku, Nduk.”
              Zarah mendengus, sinis. “Buat apa lagi Pak Kas minta maaf
           kalau semua ini sudah disusun?”
              “Aku minta maaf bukan karena merasa berbuat salah.
           Aku cuma ingin kamu punya kesempatan untuk mengambil
           apa yang menjadi hakmu,” kata Kas lembut.  “Asko punya

           kesempatan kedua. Kamu juga. Kamu berhak atas lembaran
           baru. Tapi, kamu ndak akan maju-maju selama kamu belum
           belajar memaafkan.”


                                                                 525
   535   536   537   538   539   540   541   542   543   544   545