Page 547 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 547

Keping 85


             “If only Bodhi could see this,” desis Kell. Seorang Peretas Kisi
           akan melihat bagaimana simpul demi simpul perak merapat,

           bagai hujan meteor yang ditampung dalam sebuah wadah.
           Kell tahu yang akan terjadi selanjutnya. Kumulasi dalam
           wadah itu akan melepaskan energi besar yang meluruhkan
           tameng pertahanan rumah suaka. Keenam relik batu Infiltran
           berangsur  mengalami perubahan komponen energetik.

           Pergantian  kutub.  Seluruh  komponen  energetik  Infiltran
           dalam radius itu akan terisap lenyap.
             “Kamu bisa mengucapkan pidato perpisahanmu sekarang,
           Kell.” Liong masuk ke rumah dan langsung mengambil posisi
           duduk bersila di dekat enam relik batu.
             Kell mengikuti di belakangnya. “Kemarin perjudian, Liong.
           Masih seru. Kalau yang sekarang, aku pasrah. Aku cuma
           khawatir satu hal. Mereka bukan cuma datang untuk kita.

           Mereka juga membalaskannya ke para Peretas.”
             “Membuat yang sudah rumit tambah rumit? Sebegitu
           kurang kerjaannya mereka?” Liong menggulung lengan baju
           changsan-nya, seolah bersiap untuk duel.
             “Ini bukan siklus biasa, Yong. Ini siklus personal. Begitu

           Sarvara mulai sentimental, bukan kita doang yang dikejar,”
           Kas menambahkan sambil ikut mengambil posisi.
             Bertiga, mereka duduk membentuk segitiga mengelilingi
           enam relik batu yang mulai bercahaya terang dari dalam.
             Kell melirik tangan dan kakinya yang kelihatan
           menerawang, berkelap-kelip. “Hang in there, boys. Masih lebih



           532
   542   543   544   545   546   547   548   549   550   551   552