Page 704 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 704

IntelIgensI embun PagI

           menghadap lembah. Gunung-gunung berpuncak putih

           mengelilingi mereka. Matahari bersinar terik di atas kepala
           meski angin meniupkan dingin yang menggigit. Tak sedikit
           pun keduanya terusik dengan cuaca.
              “Informasi yang tersebar tentang kita kali ini meninggalkan

           bekas yang cukup berarti,” kata Liong dalam bahasa Tibet.
           “Kita tidak bisa membalikkan apa yang dilakukan Bintang
           Jatuh. Terlalu kompleks.”
              “Kita juga tidak bisa mengalokasikan terlalu banyak sumber
           daya untuk mengurusi ekses informasi. Fokus kita harus tetap
           Permata dan Hari Pembebasan,” jawab Kalden.

              “Satu hal lagi, Kalden-la.” Liong terdengar meragu.
           “Percepatan  itu  terjadi.  Kesadaran  massal  belum cukup
           koheren untuk menggenggam keseluruhan cerita, tidak dalam
           kecepatan yang diperkirakan Bintang Jatuh, tapi efek riaknya

           terus berlangsung,” lanjut Liong.
              “Menurutmu, efeknya bakal bertahan lama?”
              “Soal itu akan ditentukan oleh Peretas Puncak,” jawab
           Liong. “Kita harus mulai mewaspadai beberapa individu yang
           dikontak Bintang Jatuh.”

              “Aku tahu siapa yang kamu maksud,” ucap Kalden diikuti
           gumaman pendek. “Kapan Permata terbangun?”
              “Tujuh belas tahun setelah dia terlahir.” Liong membuka
           genggamannya.  Tampak  sebuah  batu  kehitaman  dengan

           torehan simbol.



                                                                 689
   699   700   701   702   703   704   705   706   707   708   709