Page 701 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 701

Keping 99









           Rak buku itu ompong di sana sini. Isinya bertebaran di meja,
           sofa, hingga kamar mandi. Dari apa yang terjadi beberapa hari
           terakhir, Dimas berkesimpulan, Reuben telah menemukan
           obsesi barunya: Infiltran, Sarvara, Peretas.
             Di atas sofa, Reuben menyelonjor sambil menatap langit-
           langit dengan muka berpikir, beberapa buku dalam keadaan
           terbuka tergolek begitu saja di atas perut tambunnya.
             “Aku harus melakukan sesuatu, Dimas.”

             “Sit-up?” Dimas menjawab dari bangku seberang.
             Pandangan Reuben tetap menerawang.  “Menurutmu,
           kenapa kita dipilih Supernova?”
             Dimas akhirnya ikut melayangkan pandangannya ke
           langit-langit. Berusaha mencari jawaban dari pertanyaan pelik
           yang membuat rumahnya terasa lebih semrawut. “Karena kita
           bertanya?”
             Jawaban Dimas mendaratkan pandangan Reuben.  “Ha?
           Gimana?”
             “Atraktor asing. Ingat? Tanda tanya yang bersembunyi di
           setiap orang, katamu. Ada pertanyaan agung yang kita coba
           jawab sepanjang hidup kita. Mungkin semua ini adalah umpan

           balik dari pertanyaan kita?”
             Reuben serta-merta bangkit duduk. Buku-buku berguguran
           dari tubuhnya, dan ia kelihatan tidak peduli. Matanya berkilat
           oleh semangat. “Kita harus bikin sesuatu.”


           686
   696   697   698   699   700   701   702   703   704   705   706