Page 702 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 702

IntelIgensI embun PagI

              “Kita bisa mulai dengan beres-beres rumah.”
              Reuben mendesis kencang. “Please. Jangan rusak momen
           ini. Kita bisa minta  Mbak Mar lembur kalau cuma urusan

           beres-beres. Aku punya ide tentang sebuah proyek besar,
           Dimas. Kolaborasi genius berikutnya antara aku dan kamu.”
              “Memangnya, sebelum ini ada kolaborasi genius apa?”
              “Novel kita. Dua tahun lalu.”
              Dimas mengangkat alis. “Oke, ‘genius’ bisa jadi berlebihan,
           Reuben. Easy there.”
              “Hei, karya kita dipuji oleh mahasiswa-mahasiswa
           bimbinganku!”
              “Yang cuma sepuluh orang dan semuanya berharap pujian

           mereka bisa menjinakkanmu saat sidang.”
              “Kita bisa bikin yang lebih dahsyat, Dimas. Sekarang kita
           sudah punya pengalaman langsung dengan makhluk-makhluk
           misterius itu. Infiltran, Sarvara, Peretas. Kita bisa menulis
           sesuatu tentang mereka.”
              Dimas manggut-manggut. “Hmmm. Novel kedua.”
              “Aku sudah bisa membayangkan judulnya….”
              Dimas  balas  mendesis  kencang.  “Jangan  rusak  mood-ku,
           Reuben. Please. Soal judul, biar itu jadi tugasku. Kamu urusan
           riset.”
              Melihat Dimas mulai menunjukkan minat, Reuben pun
           tersenyum. “Kado hari jadi kedua belas. Maaf terlambat.”

              Dimas ikut tersenyum. “Seseorang pernah memberitahuku.
           Di level yang tidak terganggu gugat, the inviolate level, segala
           sesuatunya tepat waktu.”


                                                                 687
   697   698   699   700   701   702   703   704   705   706   707