Page 15 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 15

KEPING 1


           re volusioner membuka gerbang baru untuk memahami ilmu
           turbulensi, ia langsung merasakan secercah ke in dah an har-

           moni antara dua sisi cermin kehidupan, antara keter aturan
           dan ketidakteraturan, yang tertebak dan tidak ter tebak.
           Order dan chaos. 2
             Sesempurna apa pun sebuah tatanan, dapat dipastikan
           chaos selalu ada, membayangi seperti siluman abadi. Begitu
           sistem mencapai titik kritisnya, ia pun lepas meng ubrak-
           abrik. Bahkan, dalam keadaan yang tam pak nya ekui li bri um
           atau seimbang, sesungguhnya chaos dan order hadir ber sa ma-

           an, seperti kue lapis, yang di antaranya terdapat oles an selai
           sebagai perekat. Selai itu adalah zona kuan tum; rimba infinit
           di mana segalanya relatif; kumpulan potensi dan probabilitas.
             Dalam kehidupan sehari-hari, kehadirannya dapat te rasa
           dalam  bentuk  intermittency  atau ketidaksinambungan. Ke-
           terputus-putusan. Paradigma reduksionisme, yang telah ber-
           abad-abad mendominasi dunia sains, tidak pernah mem beri-
           kan  perhatian pada  fenomena ini. Dan,  bagi ma nusia  yang
           melihat dunia hanya hitam dan putih, maka ia harus siap-
           siap terguncang setiap kali memasuki area abu-abu di mensi

           kuantum. Karenanya, relativitas bagaikan ki amat bagi yang
           mengagung-agungkan objektivitas. Sains ternyata tidak sela-
           ma nya objektif. Sains, sering kali, harus subjektif.


           2
              Teori tentang sistem deterministik, tetapi pergerakannya sangat sensitif ter-
             hadap kondisi-kondisi inisial sehingga tidak memungkinkan adanya prediksi
             jangka panjang.



           4
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20