Page 13 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 13
KEPING 1
e 1 9 9 1 f
Washington, D.C.
“Dimas, George Washington University,” Dimas memper-
kenalkan diri. Wajahnya yang manis membuat ia selalu tam-
pak tersipu-sipu.
Reuben menyambut tangan itu, terasa halus, sehalus pa ras
dan penampilan orangnya yang terawat. Berbeda dengan
dirinya, guratan wajah yang tegas, setegas jabat tangannya.
“Reuben, Johns Hopkins Medical School.”
“Bagaimana perjalanan dari Baltimore tadi?”
“Yah, lancar-lancar.”
“Saya dengar 295 North dari arah New York Ave di-
tutup.”
“Kami lewat G.W. Park.”
Nada itu terdengar angkuh. Dimas langsung tahu kalau
Reuben termasuk geng anak beasiswa; orang-orang sinis dan
kuper yang cuma cocok bersosialisasi dengan buku. Se men-
tara dari gayanya, Reuben pun langsung tahu kalau Dimas
termasuk geng anak orang kaya; kalangan maha siswa Indo-
nesia berlebih harta yang tidak pernah ia suka.
Namun, hari itu memang berbeda. Semangat musim
panas sanggup membuat seseorang berbuat di luar ke biasa-
an nya. Malam itu, kedua rombongan yang tidak per nah
bergabung sebelumnya, akhirnya sama-sama terdam par di
2

