Page 309 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 309

KEPING 30


           gedung beton. Aku butuh tim kecil, tapi profe sional untuk
           memantapkan pergerakannya, dan kamu adalah satu-satunya

           profesional yang bisa kupercaya.”
             “Lalu, kamu?”
             “Nggak ada meja yang mampu mengikatku, kamu tahu
           itu. Dunia virtual adalah kantorku. Semua yang di rumah
           ini akan kujual habis. Komputer mungkin jadi satu-satunya

           instrumen jaring laba-labaku nanti,” ujar Diva ringan, “dan,
           biarkan dia berevolusi ke bentuk apa pun itu nanti. Kita
           cuma perunut jaring laba-laba. Peng amat simpul untaian
           benang perak yang tak terputus.”
             Bagai rekahan mentari, lamat-lamat terbit senyum di
           wajah Re. “Satu kehormatan bagiku, Supernova.”
             Diva tampak terkesiap.
             “Aku sering mengunjungi taman kanak-kanak itu, ber-

           tanya-tanya siapakah Supernova sebenarnya. Lalu, aku ber-
                                                                j
           temu denganmu, dan berharap kalau saja Supernova men el-
           ma menjadi seorang Diva. Sampai suatu hari aku mena nya-
           kan satu pertanyaan, yang tidak ia jawab,” Re menempelkan
           pipinya ke muka Diva, berbisik tepat di kupingnya, “per-

           nahkah sang Supernova jatuh cinta?”
             Dan, sang Supernova berbisik balik, “Itu refleksi yang
           kulihat saat becermin kepadamu.” 










           298
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314