Page 306 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 306

Cermin yang Hidup

           sensasi yang serupa atas kejadian tersebut. Se karang, di mana
           kamu mau tempatkan free will kalau ter nyata semua sensasi

           menghasilkan respons seragam? Apa serunya lagi? Kayaknya
           free will itu konsep omong ko song.”
              Dimas mendengarkan argumentasi Reuben dengan ka lem,
           tak sedikit pun ia tampak terdistraksi. “Reuben, kalau ke-
           mer dekaan yang kamu maksud sejenis keinginan anak kecil

           yang ingin memberontak kepada ibunya untuk bisa makan
           es krim waktu sakit flu, itu memang omong ko song. Aku
           rasa, Tuhan atau kekuatan agung apa pun itu, nggak akan
           mem beri hadiah yang dangkal begitu. Me nurutku, free will
           adalah kebebasan manusia untuk meng ubah perspektif. Ka-
           mu jatuh miskin besok, apakah itu bencana atau berkat yang
           tersem bunyi? Semuanya ada di tanganmu.  Free will  adalah
           ke mam puan manusia meng ubah konteks. Seperti yang dibi-

           lang te manku tadi, siapa namanya, eh, Reuben?”
              Reuben berdecak, antara gemas dan geli. “Ya, ampun.
           Seka rang giliran aku yang merasa bodoh. Kayak kucing
           mengejar ekor sendiri.”
              “Mungkin memang itulah hidup di alam dualitas. Se-

           berapa pun luas pemahaman kita, akal bagaikan sebatang
           ilalang yang rentan tertiup angin. Gamang dan cepat goyang.
           Kita tetap manusia, Reuben.”









                                                                 295
   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311