Page 304 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 304

Cermin yang Hidup

              Ada sebuah cermin di depan sana. Ia pun berjalan men-
           dekati. Perlahan, Re menyentuhkan tangannya. Ter nyata,

           cermin  itu  bergelombang  seperti  air!  Dan,  ketika  riaknya
           mulai mereda, ia terkesiap. Refleksi siluetnya di cermin itu
           lamat-lamat berubah. Lututnya pun gemetar hebat, dan se-
           iring dengan permukaan cermin yang kem bali tenang, Re
           jatuh berlutut. Pantulan di cermin itu....

              Ia adalah Diva.
              Jiwanya bergolak. Hatinya terkoyak. Pikirannya beron tak.
           Tubuhnya meledak!
              Re  terlonjak bangun. Napasnya memburu, dan keringat
           dingin membanjiri sekujur tubuh. Apakah aku mimpi? Aku tak
           tahu. Semua rasanya nyata. Rasa sakit itu. Ledakan itu. Ke jer-
           nihan Firdaus. Cermin tadi. Diva!
              Secepat kilat, Re bangkit berdiri, dan lari menuju pin tu.







           Pintu rumah Diva dibiarkan sedikit terbuka. Walaupun agak
           ragu, Re memutuskan untuk masuk. Di dalam, ada satu
           pintu lagi yang dibiarkan terbuka. Ruang kerja.

              Re melangkah perlahan. Ada sebuah kursi kerja besar,
           membelakangi pintu, menghadap sebuah komputer yang me-
           nyala.
              Kursi itu berputar, Diva, menyambutnya dengan se nyum.
           “Ferre. Aku sudah menunggumu.”



                                                                 293
   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309