Page 320 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 320

IndIvIdu HanyalaH IlusI

              Ia segalanya. Harus pergi ke mana lagi? Segalanya ada
           padamu.

              “Kita akan bertemu lagi?”
              “Tentu. Entah kapan dan di belahan bumi mana. Mung-
           kin nanti aku jadi Diva si Pedagang Kue.”
              “Atau Diva si Tukang Kebun.”
              “Usulan profesi yang bagus,” Diva tertawa kecil.

              “Jangan lupa satu poci teh dan kue bolu panas.”
              “Akan selalu kutunggu saat itu, Re.”
              Re memeluknya pelan-pelan dari belakang. Panas tubuh
           itu mulai terasa seiring rengkuhan tangannya. Kehangatan
           yang  menyatukan  dua  jasad.  Ia  dapat merasakan  semua
           lekuk an. Tenggelam di antara susunan tulang punggung,
           tonjolan  belikatnya,  dan  betapa  hangat  berdiam  di  sana.
           Tersesat di antara rambut-rambut halus di tengkuk itu, dan

           merelakan napasnya terisap pori-pori kulitnya.
              Debur  aliran darah. Tarian energi. Harmoni cinta yang
           elemental.





           Dimas & Reuben


           “Beri aku penjelasan, Reuben. Serumit apa pun, aku nggak
           peduli. Aku cuma ingin satu saja penjelasan!” Dimas kalap.

              Sementara itu, Reuben tampak terbaring santai, kepala
           meng hadap langit. Senyum puas menghiasi wajahnya. “Re-


                                                                 309
   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325