Page 67 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 67
KEPING 4
memajang senyum seharian. Bosan menjawab perta nyaan, “Ka-
pan kita bisa gendong cucu?” Bosan dengan adegan-adegan sama
yang berulang-ulang terus sepanjang tahun. Bosan. Bosan. Bosan.
“Kenapa? Kamu ada kerjaan?” Arwin membaca per ubah-
an wajah itu.
Rana mengangguk, ragu. Aku ingin menghilang se hari an,
boleh? Re tidak ada acara apa-apa Sabtu ini.
“Aduh, Rana. Kita, kan, nggak setiap hari ketemu me-
reka. Luangkan, dong, waktumu sekali-sekali. Jangan cuma
j
kalau urusan kantor baru kamu mau stand-by 24 jam tu uh
hari penuh.”
“Aku lihat lagi agendaku.”
Meja makan itu sudah masuk pusaran waktu di mana
se detik serasa seabad. Menggenangi Rana dengan perasaan
enggan, dan membanjiri Arwin dengan pertanyaan-per ta-
nyaan.
Tidak ada yang muncul ke permukaan. Semuanya ha nya
berputar dalam pusaran itu.
56

