Page 64 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 64

Putri

           mendengar di dalam hatinya. Dan, ia yakin suara itu ada.
           Mereka pun terus bercakap-cakap.
              Tuhan ternyata lucu, sering Rana tertawa-tawa dibuat nya.

           Ia juga sangat baik. Pernah suatu waktu Rana ingin sekali
           gulali, tapi tidak bawa uang, mendadak muncul se orang ba-
           pak yang membelikan buat anaknya, tapi tidak ada kem bali-
           an. Akhirnya, bapak itu memutuskan untuk membeli dua,
           yang satu diserahkan begitu saja kepada Rana. Ia ter be-
           ngong-bengong senang.
              Rana juga tidak pernah kesepian. Setiap kali ia ingin ber-
           main, selalu saja Tuhan menemani. Dikirim-Nya tupai dari

           pohon kelapa, anak anjing yang tiba-tiba masuk pa gar, atau
           burung yang hinggap di kepalanya begitu saja.
              Ketika ia belajar baca, Tuhan juga ikut jadi mentor. Ia
           mu lai bercakap-cakap lewat huruf. Rana pernah bertanya,
           apakah ia akan mendapatkan satu set mainan Lego ida man-
           nya? Tiba-tiba muncul sebuah truk yang bertulis kan “Hadi-
           ah dari Ma ma”. Dan, benar saja, ibunya mem be li kan  Lego
           sebagai kado ulang tahun. Satu pelajaran baru didapatnya:
           Tuhan berbicara lewat banyak hal, ba nyak mulut, dan banyak
           peristiwa. Dan, dari sanalah ke biasaan itu muncul; membisu
           di dalam mobil, membaca semua tulisan yang terlewat. Sam-
           pai akhirnya, per cakapan itu pu dar. Tulisan tinggal tulisan

           tanpa makna. Bu kan lagi per cakapan yang terjadi, melainkan
           kebiasaan.
              Rana sudah pintar mengaji. Alquran sudah bolak-balik
           di lahapnya sampai khatam, tapi suara itu tidak pernah kem-


                                                                  53
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69