Page 66 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 66

Putri

              “Kalau Mas ada salah sama kamu, bilang saja. Jangan di-
           pendam-pendam. Komunikasi di antara kita harus dijaga

           tetap lancar.” Dengan lebih lembut Arwin berkata.
              “Mas Arwin nggak ada salah apa-apa, kok.” Itulah satu-
           satunya kesalahanmu, Mas.
              “Kamu sehat-sehat, kan? Kapan kali terakhir check-up ke
           dokter?”

              Rana lahir dengan klep jantung yang lemah. Ditambah
           karena mengalami apa yang disebut atrium staple defect. Pada
           usianya yang kesepuluh ia menjalani operasi per tamanya.
           Tahun-tahun berikutnya ia habiskan dengan kegiatan check-up
           rutin setiap enam bulan. Arwin paling risau akan hal ini, ia
           ingin Rana cukup sehat untuk mam pu memiliki anak. Ba-
           gaimanapun, tahun ini mereka be rencana punya mo mongan.
              “Aku sehat. Paling-paling capek sedikit.”

              “Kamu  memang  terlalu  sibuk.  Kok,  banyak  sekali  event
           yang kamu ambil, sih? Meliputnya harus malam-malam lagi.
           Kamu delegasikan saja sebagian. Itu kantor isinya bu kan
           kamu tok.”
              “Iya, Mas. Akan aku usahakan.”  Kesibukanku mulai ter-

           lihat tidak wajar, ya? Hmmm. Akan aku usahakan supaya lebih
           tidak kentara. Terima kasih untuk peringatannya.
              “Ibuku tadi telepon ke kantor. Akan ada acara rame-rame
           di Puncak Sabtu ini. Kita berangkat, ya? Ibu-Bapak mu juga
           diundang.”
              Refleks, Rana melengos.  Aku capek membayangkan ha rus



                                                                  55
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71