Page 62 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 62
Putri
Rana remaja
Gadis belasan tahun yang aktif dan ceria. Jarang mem-
buat masalah. Ia teman menyenangkan dan murid yang baik.
Tapi, kemudian pikirannya mensinyalir sesuatu. Ada jejak-
jejak keresahan yang tak pernah terungkap. Mengapa ia ha-
rus ikut begitu banyak les tambahan? Mengapa ibu nya harus
ekstra ramah kepada guru-guru dan tak lupa me nitipkan
amplop-amplop setiap pengambilan rapor? Mengapa ia harus
bisa menari Bali? Mengapa ia harus ikut klub renang dengan
ayahnya yang sering ikut berdiri di pinggir kolam, berteriak-
teriak sambil memegang stop watch? Mengapa nilai pelajaran
eksaknya harus di atas tujuh, sementara ia tidak dapat pujian
apa-apa kalau Ba hasa Indonesia dapat nilai sembilan? Meng-
apa ia harus masuk jurusan A-1 dan ditertawakan waktu
bilang ingin ambil A-4? Mengapa ia harus hidup begitu
lama dalam pembanding-bandingan, ia dengan kakak-kakak-
nya, ia de ngan anaknya si ini atau si anu? Dan, mengapa ia
tidak pernah boleh pacaran dengan laki-laki yang ia suka,
se mata-mata karena tipenya bukan tipe orangtuanya? Gila nya
lagi, belasan tahun lewat sudah, dan Rana tetap tidak punya
jawaban atas itu semua. Harapan terakhirnya....
Rana bocah
Sekalipun sulit, pikirannya berusaha keras untuk kem bali
bermain bebas di halaman belakang yang luas dengan main-
51

