Page 107 - In a Blue Moon
P. 107

”Tapi	kalau	kau	melepaskan	celemek	itu,	aku	yakin	kau	akan
                baik-baik	saja.”
                  Sophie	mendecakkan	lidah	dan	melotot	menatap	laki-laki
                itu.	”Bukan	itu	maksudku,”	cetusnya.

                  Christina	mendorong	bahu	Sophie	dengan	bahunya	sambil
                tersenyum	lebar.	”Pergi	saja,	Bos,”	desaknya.
                  Sophie	menggigit	bibir	dan	menatap	tiket	yang	masih	di-
                pegangnya	selama	beberapa	saat.	Lalu	ia	berkata,	”Baiklah.”
                  ”Bagus,”	kata	Lucas	Ford	puas.
                  Sophie	melepas	celemeknya	dan	masuk	kembali	ke	bagian

                belakang	 toko	 untuk	 mengambil	 jaket	 dan	 tas	 tangannya.
                Setelah	itu	ia	menghampiri	Lucas	Ford	sambil	melilitkan	syal
                di	 sekeliling	 lehernya.	”Tapi,	 hanya	 karena	 aku	 sangat	 ingin
                menonton	pertunjukan	ini,	dan	kita	bisa	menghabiskan	wak-  105

                tu	dua	jam	bersama	tanpa	perlu	saling	bicara,”	katanya	sambil
                tersenyum	manis.
                  Mata	 Lucas	 menyipit	 sedikit,	 namun	 senyumnya	 masih
                tersungging	 sempurna.	 ”Aku	 memang	 beruntung	 mendapat
                tunangan	yang	tidak	suka	banyak	bicara.”
                  Sophie	dan	Christina	serentak	terkesiap,	walaupun	untuk

                alasan	yang	berbeda.	Pada	saat	yang	sama,	Lucas	Ford	meng-
                ulurkan	tangan	dengan	cepat	dan	mencengkeram	pergelangan
                tangan	kanan	Sophie.
                  ”Aku	 tahu	 apa	 yang	 ingin	 kaulakukan,	 tapi	 memar	 di	 le-

                nganku	akibat	pukulanmu	waktu	itu	belum	sembuh	sepenuh-
                nya,”	katanya	dengan	nada	minta	dikasihani.
                  Sophie	melotot	menatap	Lucas	Ford	dan	memukul	lengan







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   105                     3/30/2015   10:43:16 AM
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112