Page 121 - In a Blue Moon
P. 121
Sophie terdiam sejenak, menatap laki-laki itu dengan ta-
tapan dingin. ”Jangan berani-berani,” ancamnya dengan suara
rendah.
”Apa?” tanya Lucas tidak mengerti.
Sophie mencondongkan tubuh dan mengacungkan telun-
juk tepat di depan wajah Lucas. ”Aku tahu benar apa yang
ingin kaulakukan. Ternyata kau masih sama seperti dulu.
Kuperingatkan padamu, kalau kau berani mengejeknya, me-
nyindirnya, atau mengolok-olok dirinya karena hal ini, aku
tidak akan tinggal diam. Aku akan membuatmu menyesal
seumur hidup.”
Kernyitan samar terlintas di wajah Lucas, namun secepat
itu pula raut wajahnya kembali datar. Matanya yang biru ge-
lap berubah dingin dan Sophie melihat otot rahangnya ber-
119
kedut. ”Seperti yang sudah kukatakan,” katanya dengan nada
rendah dan pelan, ”aku sudah berubah.”
Sophie bergeming. Ia melihat kesungguhan di mata Lucas.
Ia juga merasa telah menyinggung perasaan laki-laki itu. Se-
telah beberapa detik, Sophie mundur menjauh dan duduk
bersandar kembali.
Sisa perjalanan mereka dilewati dalam keheningan. Sophie
tidak bisa menyingkirkan perasaan bersalah yang mulai
menggerogoti dirinya. Lucas Ford sepuluh tahun yang lalu
memang tidak memiliki sisi baik sedikit pun di mata Sophie,
namun Lucas Ford yang sekarang berusaha membuktikan
bahwa ia kini sudah berubah. Kalau Sophie mau jujur, ia
juga harus mengakui bahwa Lucas Ford yang sekarang ber-
beda dengan Lucas Ford yang dikenalnya saat SMA. Oh,
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 119 3/30/2015 10:43:17 AM

