Page 122 - In a Blue Moon
P. 122
laki-laki itu masih menyebalkan, tentu saja, tetapi tidak se-
menyebalkan dulu.
Keheningan di dalam mobil dipecahkan oleh Sophie ketika
ia meminta sopir taksi menghentikan mobil di depan gedung
apartemennya. Lucas Ford masih belum bersuara. Hujan ma-
sih turun agak deras. Sophie sedang berpikir apakah ia harus
mengatakan sesuatu untuk memperbaiki keadaan ketika
Lucas membuka pintu mobil dan melangkah keluar.
Apa...? Sophie hanya bisa menatap tercengang ketika
Lucas Ford melepaskan jaket luarnya yang tebal dan meng-
angkatnya ke atas kepala, menaunginya dari hujan.
”Ayo,” katanya singkat, menunjukkan bahwa ia akan me-
naungi Sophie dengan jaketnya dari taksi ke pintu gedung
apartemen.
120
Sophie mengerjap dan bergegas keluar dari taksi. Mereka
berjalan cepat melintasi trotoar dan menaiki tangga batu di
depan gedung. Setelah mereka tiba di bawah atap batu di
depan pintu gedung, Lucas menurunkan jaket dan mengibas-
kannya dengan pelan. Sophie mendongak dan untuk pertama
kalinya menyadari seberapa dekat mereka berdiri.
Sophie tahu ia harus mengatakan sesuatu. Mengatakan
terima kasih atau apa saja. Namun, baru saja ia membuka
mulut, Lucas Ford menyela, ”Selamat malam.”
Tanpa menunggu balasan, laki-laki itu berbalik, berjalan
menuruni tangga dan masuk ke taksi. Sophie hanya bisa ber-
diri diam di tempat sementara taksi itu melaju di tengah
hujan dan menghilang di ujung jalan.
”Bagus sekali,” desahnya.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 120 3/30/2015 10:43:17 AM

