Page 131 - In a Blue Moon
P. 131
Kali ini Adrian juga menoleh menatap Sophie. Raut wajah
nya terlihat serius. ”Aku tidak tahu kapan aku akan kembali,
jadi aku tidak berhak memintamu menungguku,” katanya.
Napas Sophie tersekat. Oh, tidak. Ia tahu apa yang sedang
terjadi. Ia menelan ludah dengan susah payah dan bertanya,
”Apakah kau sedang mencoba memutuskan hubungan dengan
ku?”
”Tidakkah menurutmu itu lebih baik?” Adrian balas ber
tanya. ”Kau masih muda. Seharusnya kau menikmati hidup,
bersenangsenang, bertemu banyak orang, melakukan apa yang
ingin kaulakukan sebelum kau mengambil keputusan besar se
perti bertunangan atau menikah.”
”Kau sedang membicarakan dirimu sendiri,” kata Sophie da
tar dan ia mencoba menarik tangannya dari genggaman
129
Adrian.
Adrian mempererat genggaman. ”Sophie,” desahnya. ”Kau
tahu bagaimana perasaanku padamu.”
”Kupikir juga begitu, tapi sekarang aku tidak yakin lagi,”
tukas Sophie.
”Aku mencintaimu. Sungguh,” kata Adrian. ”Karena itulah
aku mengambil keputusan ini.”
Sophie hendak membuka mulut, namun telunjuk Adrian
yang ditempelkan ke bibirnya mengurungkan niatnya.
”Dengar,” sela Adrian, ”kalau setelah aku kembali nanti dan
perasaanmu masih seperti hari ini, aku akan langsung menemui
kakakkakakmu. Bagaimana?”
Sophie tidak ingin berubah menjadi gadis menyedihkan yang
memohonmohon agar kekasihnya tidak meninggalkannya. Ia
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 129 3/30/2015 10:43:18 AM

