Page 151 - In a Blue Moon
P. 151
kembali menatap Sophie dengan mata hijaunya yang indah.
”Oh,” gumamnya.
Terlambat menyadari nada suaranya tadi mungkin terlalu
tajam, Sophie menambahkan dengan lebih ringan, ”Maaf.”
”Tidak apa-apa, tidak apa-apa,” sahut Miranda cepat. Se-
nyumnya yang cerah kembali tersungging sempurna. ”Lagi
pula, Elsie hanya bercanda. Tidak perlu dipikirkan. Benar
kan, Elsie?”
Elsie memutar bola matanya dan berkata acuh tak acuh,
”Terserah apa katamu.” Lalu ia berbalik kembali kepada
Christina dan mulai memilih kue-kue yang hendak dibelinya.
Miranda tersenyum meminta maaf kepada Sophie. Na-
mun, ketika tatapannya beralih ke dada Sophie, senyumnya
memudar. Sophie menunduk mengikuti arah pandang
149
Miranda. Apa yang dilihatnya? Tidak ada noda apa pun di
bagian depan baju Sophie.
”Baiklah kalau begitu,” kata Miranda tiba-tiba. Senyumnya
yang cerah sudah tersungging kembali. ”Karena ini penga-
laman pertama bagiku, kurasa sebaiknya kau yang mereko-
mendasikan jenis tartlet yang enak untukku. Bagaimana me-
nurutmu?”
Beberapa menit kemudian, setelah Miranda dan temannya
keluar dari toko, Christina menghampiri Sophie dan bertanya
pelan, ”Bos, apa maksudnya tadi?”
”Hm?” Sophie memilih pura-pura tidak mengerti dan me-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 149 3/30/2015 10:43:20 AM

