Page 301 - In a Blue Moon
P. 301
Miranda memberengut. ”Ya,” gumamnya enggan.
Lucas menghela napas. ”Dengar, aku akan menghadiri pes-
ta itu, tapi—” katanya cepat ketika bibir Miranda mulai me-
lengkung membentuk senyum lebar, ”—tapi hanya apabila
Sophie setuju pergi bersamaku.”
Senyum yang baru hendak muncul itu pupus seketika.
”Dan ini adalah terakhir kalinya aku membantumu dalam
hal-hal seperti ini,” lanjut Lucas.
Miranda mengerjap menatap Lucas. Lalu ia kembali me-
nyunggingkan senyumnya yang cerah, walaupun sepertinya
senyum itu tidak terlihat dalam sinar matanya. ”Tentu saja
kau boleh mengajak Sophie. Aku yakin dia akan menikmati
peragaan busananya,” katanya. Lalu ia merogoh tas dan me-
ngeluarkan amplop tebal. ”Ini undangannya. Jangan lupa
299
membawanya besok, karena kau tidak akan diizinkan masuk
kalau tidak menunjukkan undangan ini. Oke? Sampai jumpa
besok!”
Lucas mengawasi kepergian Miranda sambil mengem-
buskan napas panjang. Kepalanya masih berdenyut-denyut.
”Sedang apa kau berdiri di tengah trotoar?”
Mendengar suara yang sudah dikenalnya dengan baik itu,
senyum Lucas otomatis mengembang. Ia berbalik dengan
santai dan mendapati Sophie berdiri di sana dalam balutan
jaket tebal biru gelap, wajahnya nyaris tak terlihat di antara
syal putih tebal di sekeliling lehernya dan topi rajutan putih
yang menutupi rambutnya. ”Sophie,” sapa Lucas senang.
”Benar-benar kejutan yang menyenangkan.”
Sakit kepalanya pun perlahan-lahan menghilang.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 299 3/30/2015 10:43:32 AM

