Page 49 - In a Blue Moon
P. 49
”Benarkah?” Suara Gordon Ford berubah riang. ”Berarti
kau bisa ikut minum teh bersama kami sekarang?”
Sophie mengerjap terkejut. ”Ap...?”
”Aku akan menjemput kakekmu dan Lucas akan menjem-
putmu di tokomu satu jam lagi. Oke? Sampai jumpa,
Sophie.”
”Tunggu sebentar, Mr. Ford. Mr... Halo?”
Sophie melongo menatap gagang telepon di tangannya.
Apa? Apa-apaan itu tadi? Pria tua itu menjebaknya. Ia tidak
percaya ini. Sophie mengerang dan mencengkeram gagang
telepon dengan geram. Ia ingin melempar gagang telepon itu
ke seberang ruangan, namun ia berusaha menahan diri dan
memaksa dirinya meletakkan gagang telepon kembali ke tem-
patnya dengan perlahan. Ia menempelkan kening ke dinding
47
di samping telepon dan mengeluarkan suara setengah menge-
rang setengah terisak.
”Bos, kau tidak apa-apa?”
Dengan kening masih menempel di dinding, Sophie me-
mutar kepalanya dan melihat Bo sedang mengamatinya de-
ngan tatapan heran.
Bo sudah bekerja di A Piece of Cake sejak toko ini dibuka
dan ia adalah manajer di sini. Ia berumur 45 tahun, ber-
tubuh tinggi gemuk, dan berkepala botak. Dari penampilan
luar, ia lebih cocok berprofesi sebagai tukang pukul daripada
manajer toko kue, namun ia sangat bisa diandalkan. Bo selalu
memastikan kegiatan administratif toko berjalan dengan mu-
lus, sehingga Sophie bisa memfokuskan diri pada sisi kreatif-
nya.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 47 3/30/2015 10:43:11 AM

