Page 45 - In a Blue Moon
P. 45

Bab Tiga











                SOPHIE	 menggigil	 begitu	 ia	 menaiki	 tangga	 keluar	 dari
                stasiun	kereta	bawah	tanah.	Angin	bulan	Desember	yang	di-
                ngin	 menerpa	 wajahnya,	 membuat	 Sophie	 harus	 berjalan
                                                                           43
                dengan	kepala	ditundukkan.	Ia	menjejalkan	kedua	tangan	ke
                saku	 jaket	 tebalnya	 dan	 berjalan	 cepat	 di	 sepanjang	 trotoar

                ke	arah	toko	kuenya.
                  Lonceng	 kecil	 yang	 tergantung	 di	 atas	 pintu	 depan	 ber-
                denting	 nyaring	 ketika	 ia	 mendorong	 pintu	 dan	 masuk	 ke
                toko	kecil	bergaya	Prancis	yang	didominasi	warna	putih	dan
                ungu	pucat.	Ia	mengembuskan	napas	lega	ketika	rasa	hangat
                di	 dalam	 toko	 mulai	 menjalari	 tubuhnya.	 ”Hai,	 Christina,”
                sapanya	kepada	salah	seorang	karyawan	tokonya	yang	sedang

                menyusun	cupcake	di	atas	nampan	bertingkat.
                  ”Hei,	Bos,”	balas	gadis	berambut	pirang	dikuncir	yang	di-
                sapa	sambil	menoleh	ke	arah	Sophie.	”Bagaimana	acara	ma-
                kan	siangmu?	Kakekmu	baik?”
                  Sophie	melepaskan	jaket	dan	syal	lalu	menggantungkannya







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   43                      3/30/2015   10:43:11 AM
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50