Page 51 - In a Blue Moon
P. 51
Tangan Sophie berhenti bergerak. Ia menarik napas
dalam-dalam dan menggerutu, ”Sudah waktunya. Baiklah.”
Sophie berputar dan berderap cepat keluar dari gudang ke
bagian depan toko. Saat itu kegiatan hias-menghias dihenti-
kan sementara akibat kedatangan beberapa orang pelanggan.
Mata Sophie langsung mendarat pada sosok laki-laki ber-
tubuh jangkung dan berambut gelap yang sedang memung-
gunginya. Sophie berhenti melangkah sejenak, mengertakkan
gigi, lalu kembali melangkah menghampiri laki-laki itu.
Seolah-olah bisa menyadari kedatangan Sophie, Lucas
Ford berbalik sebelum Sophie sempat mencapai dirinya. Se-
belah alisnya terangkat menatap Sophie. Setelah Sophie ber-
henti di hadapannya, Lucas Ford tersenyum dan langsung
berkata, ”Kau bisa menjadi pohon Natal yang bagus.”
49
Sophie mengerutkan kening, menunduk mengikuti arah
pandang Lucas Ford, dan terkesiap melihat rangkaian lampu-
lampu Natal yang masih melingkari leher, bahu, dan sekujur
tubuhnya. Wajahnya memanas dengan cepat, tetapi ia ber-
usaha menahan diri dan tidak menyentakkan lampu-lampu
itu dari tubuhnya dengan kasar. Sebagai gantinya ia kembali
mengangkat wajah menatap Lucas Ford dengan tenang dan
berkata, ”Seperti yang kaulihat, aku sedang sibuk. Bagaimana
kalau kau memberitahuku di mana kita akan bertemu de-
ngan kakek-kakek kita, dan aku akan menyusul kalian ke
sana kalau pekerjaanku sudah selesai.”
Sebenarnya Sophie tidak berniat menyusul Lucas Ford ke
mana pun, tetapi laki-laki itu tidak perlu tahu.
Lucas Ford mengangkat bahu. ”Selesaikan saja dulu pe-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 49 3/30/2015 10:43:11 AM

