Page 72 - In a Blue Moon
P. 72
Lucas mengangguk-angguk, namun tidak berkomentar.
”Jadi,” tanya Sophie, ”apakah dia diterima?”
Lucas tersenyum polos. ”Seperti yang kukatakan tadi, se-
muanya tergantung apa yang kaukatakan padaku.”
Gadis itu terlihat bingung. ”Bukankah aku sudah men-
jawab semua pertanyaanmu?”
”Bukan pertanyaan tadi yang kumaksud.”
”Jadi pertanyaan yang mana?”
”Bersabarlah,” kata Lucas ketika gadis itu mulai kembali
memberengut menyeramkan. ”Aku ingin membahas tentang
kejadian minggu lalu lebih dulu.”
”Kejadian minggu lalu?” ulang Sophie datar.
”Aku ingin memberitahumu bahwa kakekku memang se-
ngaja tidak datang ke Oliver’s sore itu,” jelas Lucas. ”Dia juga
70
tidak kebetulan bertemu dengan teman lamanya atau se-
macamnya.”
”Aku tahu itu,” desis Sophie. ”Kakekku sudah mencerita-
kan apa yang sebenarnya terjadi hari itu. Kakekmu mengajak
kakekku pergi dan menyuruh kakekku tidak menjawab tele-
pon. Kakekmu menculik kakekku.”
Lucas mengangkat kedua tangan untuk menenangkan ga-
dis itu. ”Kurasa ’menculik’ adalah istilah yang terlalu ekstrem,
tapi aku mengerti maksudmu,” katanya cepat.
Sophie bersedekap. ”Kakekku juga mendapat kesan kakek-
mu ingin bertemu dengan kakak-kakakku setelah kakak su-
lungku kembali dari bulan madunya. Kenapa?”
Lucas mengerutkan kening. ”Terus terang saja, aku tidak
tahu. Tapi sepertinya kakekku sedang merencanakan sesuatu,”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 70 3/30/2015 10:43:13 AM

