Page 7 - Topik Penilaian Investasi
P. 7
penilaian investasi. Cara ini terutama dipergunakan untuk perusahaan-perusahaan yang
menghadapi problem likuiditas atau kelancaran keuangan jangka pendek.
2. Metode Average Rate Of Return
Metode ini mengukur tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi.
Angka yang diperlukan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total atau average
invesment. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka ini kemudian
dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan. Apabila lebih besar daripada
tingkat keuntungan yang dipersyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, apabila
lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang dipersyaratkan proyek ditolak.
Misalkan suatu proyek memerlukan investasi untuk aktiva tetap sebesar Rp.
800.000.000 dan Rp. 200.000.000,- untuk modal kerja. Aktiva tetap ini ditaksir mempunyai
umur ekonomis 8 tahun, tanpa nilai sisa dan disusut dengan metode garis lurus. Penghasilan
dan penjualan ditaksir sebesar 1.500.000.000,- per tahun. Biaya-biaya operasional tunai,
diperkirakan per tahun sebesar Rp. 1.000.000.000,-. Tarif sebesar 35%.
Untuk menghitung average rate of returnnya, kita perlu hitung terlebih dahulu laba setelah
pajak investasi ini
Klik menuju:
Perhitungan dalam format Ms. Excel
Penghasilan dari penjualan.................................................Rp. 1.500.000.000,-
Biaya-biaya:
Operasional yang tunai.......................Rp. 1.000.000.000
Penyusutan ( Rp. 800.000.000/8)= 100.000.000
Rp. 1.100.000.000,-
Laba Sebelum pajak........................................................ 400.000.000,-
Pajak (35%)..................................................................... 140.000.000,-
Laba Setelah Pajak.......................................................... Rp. 260.000.000,-
Dengan demikian maka rate of return pada setiap tahunnya adalah:
Rp. 260.000.000,- x 100% = 26%
Rp. 1.000.000.000,-
UNDIKSHA 7
2022

