Page 8 - Topik Penilaian Investasi
P. 8
Karena laba setelah pajak yang diperoleh setiap tahunnya sama, maka average rate
of retunnya juga sama dengan 26%. Angka 26% ini merupakan angka yang diperoleh dari
initial invesment, yaitu Rp. 1.000.000.000,-. Beberapa analis berpendapat bahwa yang
dipergunakan lebih baik pengertian average invesmnet. Kalau menggunakan average
invesment, maka dihitung berapa rata-rata dana yang tertanam pada investasi tersebut.
Investasi pada aktiva tetap berkurang setiap tahunnya dengan Rp. 100.000.000,- karena
penyusutan. Denngan demikian, maka dana yang tertanam dalam investasi aktiva tetap
tersebut rata-rata adalah ( Rp 800.000.000 + 700000.000 + 600.000.000+500.000.000
+400.000.000 +300.000.000 +200.000.000 +100.000.000 +0)/9 = Rp. 400.000.000,-.
Sedangkan untuk modal kerjanya tetap tidak berubah, yaitu sebesar Rp. 200.000.000,-.
Dengan demikian, rata-rata dana yang tertanam pada investasi adalah Rp. 400.000.000,-
+ 200.000.000= Rp. 600.000.000,-
Sehingga, rata –rata tingkat keuntungan dari rata-rata investasi adalah
Rp. 260.000.000,- x 100% = 43,33%.
Rp. 600.000.000,-
Metode ini sangat sederhana, sehingga mudah digunakan, tetapi mengandung kelemahan
yaitu diabaikannya nilai waktu dari uang, dan digunakannya konsep laba akuntansi dan
bukan kas, dimana kas masuk dan kas keluar tidak selalu terjadi sesuai dengan pengakuan
biaya dan penghasilan.
3. Net Present Value (NPV)
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang
penerimaan-penerimaan kas bersih (operasional maupun terminal cash flow) dimasa yang
akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dulu tingkat
bunga yang dianggap relevan. Ada beberapa konsep untuk menghitung tingkat bunga yang
dianggap relevan. Pada dasarnya tingkat bunga tersebut adalah tingkat bunga pada saat kita
menganggap keputusan investasi masih terpisah dari keputusan pembelanjaan ataupun
waktu kita mulai mengaitkan keputusan investasi dengan keputusan pembelanjaan. Apabila
nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang lebih besar dari
nilai sekarang investasi, maka proyek ini dikatakan menguntungkan sehingga diterima.
UNDIKSHA 8
2022

