Page 10 - MD Topik 2
P. 10

3)  Responsibility Accounting Agar rencana keuangan dapat dilaksanakan dengan baik, maka
               harus  didukung  adanya  suatu  sistem  responsibility  accounting  yang  polanya  disesuaikan
               dengan pertanggungjawaban organisatoris
           4)  Goal Orientation
               Penetapan  tujuan  yang  realistis  akan  menjamin  kelangsungan  hidup  dan  pertumbuhan
               perusahaan dalam jangka panjang. Jadi konsep management by objective dapat diterapkan
           5)  Full communication
               Suatu perencanaan dan pengendalian dapat berjalan secara efektif apabila antara tingkatan
               manajemen mempunyai pemahaman yang sama tentang tanggung jawab dan sasaran yang
               harus dicapai
           6)  Realistic Expectation
               Dalam  perencanaan,  manajemen  harus  menghindari  konservatisme  dan  optimisme  yang
               berlebihan  yang  menjadikan  sasaran  tidak  dapat  dicapai.  Jadi  manajemen  harus
               menetapkan sasaran yang realistis artinya memungkinkan dapat dicapai
           7)  Timeliness
               Laporan-laporan berupa informasi mengenai realisasi rencana harus diterima oleh manajer
               yang berkompeten tepat pada waktunya agar informasi tersebut efektif dan berguna bagi
               manajemen
           8)  Flexible Application
               Perencanan tidak boleh kaku tetapi harus terdapat celah untuk perubahan sesuai dengan
               situasi dan kondisi yang terjadi
           9)  Reward and Punishment
               Manajemen  harus  melakukan  penilaian  kinerja  manajer  berdasarkan  perencanaan  yang
               telah ditetapkan. Jadi manajer yang kinerjanya di bawah atau melebihi standar harus dapat
               diketahui sehingga pemberian suatu reward ataupun punishment oleh manajemen menjadi
               transparan (Indah, 2018b; Wahyono, 2012; Indah, 2018a; Widyatama, 2016).


           2.3. Organisasi Penyusunan Anggaran
           Penyusunan anggaran dalam suatu organisasi biasanya dikoordinasikan oleh komite anggaran
           dan  departemen  anggaran.  Prosedur  penyusunan  anggaran  adalah  sebagai  berikut:  (1).
           menganalisis informasi masa lalu, lingkungan luar yang diantisipasi, dan SWOT, (2) menyusun
           perencanaan  strategik  dan  program,  (3)  mengkomunikasikan  tujuan,  strategi  pokok,  dan
           program,  (4)  memilih  taktik,  mengkoordinasi,  dan  mengawasi  operasi,  (5)  menyusun  usulan
           anggaran, (6). menyerahkan revisi usulan anggaran, (7) menyetujui revisi usulan anggaran dan
           merakit menjadi anggaran perusahaan, dan (8) revisi dan penetapan final anggaran perusahaan
           untuk diajukan kepada pimpinan perusahaan, dan pengesahan biasanya dilakukan oleh pemilik
           perusahaan atau dalam PT pada RUPS (Indah, 2018b; Indah, 2018a).







      UNDIKSHA                                                                                                  4
            2021
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15