Page 8 - MD Topik 2
P. 8
2. Pembahasan
2.1. Proses Penyusunan Anggaran
Proses penyusunan anggaran dalam pengelolaan perusahaan, manajemen menetapkan tujuan
(goals) dan sasaran (objectives) dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk rnencapai
tujuan dan sasaran tersebut. Secara umum manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses
yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating),
dan pengendalian (controlling) Jalan upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dari
keempat fungsi manajemen tersebut, maka planning merupakan fungsi yang memegang
peranan yang sangat penting karena merupakan dasar bagi pelaksanaan fungsi-fungsi yang lain.
Dalam kaitannya dengan fungsi planning dan controlling maka manajemen dihadapkan pada
masalah pengambilan keputusan yang mencakup dua variabel pokok yaitu variabel inflow, yang
merupakan kumpulan faktor yang diperlukan dalam proses produksi, modal, tenaga kerja dari
material. Ini semua merupakan faktor yang menimbulkan biaya (cost), dan variabel outflow, yaitu
hasil proses produksi yang merupakan faktor yang akan menghasilkan revenue bagi
perusahaan (Indah, 2018b; Wahyono, 2012; Indah, 2018a; Widyatama, 2016).
Aktivitas planning menghasilkan rencana (plan) yang terdiri dari elemen-elemen tujuan (goal),
strategi (strategy), program (program), prosedur (procedure) dan anggaran (budget). Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa penganggaran merupakan salah satu aspek penting dalam
kegiatan manajemen, khususnya dalam perencanaan. Proses penyusunan anggaran
merupakan tahap akhir dari proses perencanaan menyeluruh perusahaan (total bussines
planning). Perencanaan menyeluruh perusahaan ini dilaksanakan melalui empat tahap yaitu: (1)
penetapan filosofi dan misi, (2) penetapan tujuan (goals) dan strategi, (3) penyusunan program
(programming), dan (4) penyusunan anggaran (budgeting) (Indah, 2018b; Wahyono, 2012;
Indah, 2018a).
Anggaran perusahaan dapat dianggap sebagai suatu sistem tunggal yang memiliki ciri khas
tersendiri, oleh karena anggaran perusahaan tersebut mempunyai tujuan serta cara kerja
tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda dengan tujuan serta cara kerja
tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda dengan tujuan serta cara kerja
sistem lain yang terdapat dalam perusahaan. Di samping itu anggaran perusahaan dapat juga
diangap sebagai sub sistem yang memerlukan hubungan dengan sub sistem lain yang terdapat
dalam perusahaan oleh karena anggaran perusahaan bukanlah satu-satunya alat perencanaan
dan pengendalian yang ada dan diperlukan perusahaan. Dalam menyusun anggaran harus
diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut. Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai.
Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai dengan situasi
dan kondisi, kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus
menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat insidental Anggaran, Dinyatakan
dalam ukuran uang, Umumnya berjangka waktu satu tahun, Berisi komitmen manajemen untuk
UNDIKSHA 2
2021

